Adanya Dugaan Anggaran DD/ADD Fiktif, Kades Tambak Asri Malang di Dumas Warganya

MALANG || Bratapos.com – Supardi warga Desa Tambak Asri, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang melaporkan Kepala Desa nya atas dugaan adanya penyalahgunaan dana DD dan ADD Tahun Anggaran 2015 sampai dengan 2022 kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Hal itu dibuktikan Supardi dengan menunjukkan bukti lapor nomor Print-10/M.5.20/Fd.1/04/2024 Tanggal 24 April 2024. Atas laporan itu, Bendahara Desa/Kaur Keuangan dan Kepala Desa di panggil Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.

Kepada Bratapos.com, Supardi  menyampaikan bahwa dirinya sudah kirim surat kepada Kajari Kabupaten Malang terkait masalah anggaran DD/ADD Tahun 2022 dan Tahun 2023 yang diduga fiktif.

“Sudah 3 bulan tidak direspon dan juga tidak ada kabarnya, makanya langsung saya laporkan di Kejati di Surabaya,” ujarnya.

Ternyata, setelah saya laporkan ke Kejati di Surabaya, akhirnya ada perhatian dari Kejaksaan Negeri Malang dengan memanggil Bendahara Desa, Kepala Dusun (Kasun), Camat dan Ketua BPD, imbuh Supardi.

“Padahal dulu sekitar tahun 2019 sudah ada dugaan Fiktif, dah minta maaf, sekarang fiktif lagi. Bila terbukti, Kades bisa ditahan,” ujar Supardi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/5) siang.

Supardi berharap, kasus ini lanjut ke persidangan, bukan uang dikembalikan. Karena dulu anggaran DD/ADD Tahun 2015 Fiktif, Kades sudah minta maaf dihadapan RT RW, Inspektorat, ya sudah.

Karena tahun 2022 fiktif lagi, uang yang dikorup hanya suruh kembalikan, kata Supardi, nah ini yang buat Kades berani korup lagi. Dan diduga tahun 2023 juga fiktif lagi.

“Maka, bila penegak hukum di Kabupaten Malang tidak tegas tidak lanjut ke pengadilan, kita tokoh masyarakat akan ke Kejagung di Jakarta. Tapi saya masih percaya Kajari sekarang ini, kita tunggu hasilnya dari pemeriksaan Kapidsus,” tandasnya.

Ditempat terpisah, kepada awak media Teguh Wiyono Kades Tambak Asri menerangkan, jika masalah yang terjadi terkait pelaporan itu sudah ditangani dan selesai diproses oleh inspektorat.

“Sebetulnya masalah tersebut sudah selesai diproses oleh Inspektorat mas, dan saya sudah mengembalikan dana Rp 198.000.000,-. Dan proses pemeriksaanya bulan 7 tahun 2023 dan kembalikan dana pada bulan 11 tahun 2023, saya sudah diperiksa ya sudah di BAP intinya sudah selesai,” ucap Teguh.

Disampaikan Teguh, terkait panggilan klarifikasi ke Kejaksaan Negeri Kepanjen kemaren ya cuma klarifikasi saja karena laporan yang dulu sudah selesai sekarang dilaporkan lagi.

“Saya ada panggilan ya datang mas, serta jika ada wartawan minta konfirmasi saya respon, biarpun lewat WA atau telephon. Itukan bentuk konfirmasi jadi kita wajib meresponnya,” pungkasnya. Selasa (7/5/2024) siang.

Sementara Kepala Inspektorat Dr. H. Nurcahyo, SH, M.Hum Inspektur Kabupaten Malang menyampaikan terkait adanya dumas kepada Kades Tambak Asri harus menghormati proses yang dilaksanakan oleh Institusi lain.

“Kalau Dumas nya Inspektorat tidak tau, namun Kejaksaan pernah koordinasi terkait hal tersebut. Atas hasil pemeriksaan oleh Inspektorat sudah ditindaklanjuti oleh Kades, ” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (7/5/2024) sore.

Pewarta : Black
Publish : rf