Wamenkes Berikan Kuliah Perdana Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT)

TEMANGGUNG || Bratapos.com – Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono sebagai pembicara dan menyampaikan materi kuliah umum secara daring dengan judul Kontribusi Rekam Medis Elektronik dalam Implementasi Aplikasi Satu Sehat. Hal itu disampaikan di Gedung Graha Bhumi Phala Temanggung, Senin 18 September 2023.

Dalam Kuliah dan Seminar tersebut dibahas Rekam Medis Elektronik dimana jurusan ini Menjadi Prodi Unggulan Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT).

Sejumlah mahasiswa baru Prodi tersebut mengikuti kuliah umum dan seminar kesehatan tentang profesi rekam medis elektronik di Graha Bhumi Phala Temanggung.

Kuliah Perdana Akademi Kesehatan Muhammadiyah Kabupaten Temanggung (AKMT) atau AKESMU diikuti 58 mahasiswa dan 78 orang tua mahasiswa serta ratusan peserta dari jajaran kesehatan dan instansi terkait.

Kegiatan tersebut di kolaborasikan dengan Kuliah Umum dan Seminar “Integrasi Rekam Medis Elektronik Dalam Mendukung Satu Data dan Satu Sehat Dibidang Kesehatan”.

Direktur AKMT dr. Galih Herlambang, SP. A. menjelaskan, kegiatan kuliah umum dan seminar kesehatan tentang profesi rekam medis elektronik ini merupakan salah transformasi pada bidang kesehatan.

Sesuai dengan kebijakan pemerintah melalui Permenkes Nomor 18 Tahun 2022 disebutkan, bahwa setiap Fasyankes diberi tenggat waktu paling lambat 31 Desember 2023 untuk sudah melaksanakan rekam medis elektronik.

“Sesuai Permenkes No. 18 tahun 2022 bahwa semua Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, apotek dan laboratorium serta fasilitas kesehatan lainnya harus menggunakan tenaga rekam medis paling lambat 31 Desember 2023”, terangnya.

Kuliah umum dan seminar kesehatan dengan tema tersebut sangat relevan dengan perkembangan kebijakan, maupun perkembangan transformasi dunia kesehatan.

“Kita ambil tentang rekam medis elektronik sesuai prodi unggulan Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung, yaitu Diploma III Rekam Medis Elektronik, dan ini adalah sebuah peluang bagi kita semua untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya”, tandas Galih Herlambang.

Ia berharap semoga seminar ini bisa memberikan ilmu pengetahuan tentang perekam medis, tidak hanya untuk mahasiswa saja, tetapi nanti kami juga akan memberikan informasi, bahwa profesi rekam medis dan informasi kesehatan secara detail.

AKESMU atau Akademi Kesehatan Muhammadiyah ini dikelola profesional dengan mendudukkan pengurus, Direktur dr. Galih Herlambang, SP. A., Wakil Direktur I Yuni Indrawati dan Wakil Direktur II Min Adadiyah.

Pembicara pertama kuliah umum tersebut adalah dr. Intan Pandanwangi Kepala Dinkes Temanggung. “Fasilitas pelayanan kesehatan di semua Faskes yaitu Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Apotek dan Praktek Mandiri, wajib menggunakan tenaga Rekam Medis elektronik paling lambat tanggal 31 Desember 2023, sehingga lulusan AKMT nantinya sangat dibutuhkan di fasilitas kesehatan tersebut”, jelas Intan.

Mahasiswa prodi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan selanjutnya akan mempelajari hal-hal yang meliputi pencatatan, pelaporan, pengumpulan, pendaftaran, pengisian, dan analisis data terkait kebutuhan informasi untuk mendiagnosa pasien agar mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Temanggung Makmun Pitoyo mengatakan, untuk saat ini akademi kesehatan merupakan langkah yang kekinian dan disukai generasi muda atau boleh dibilang jurusan yang favorit bagi generasi masa kini.

Dikatakan lanjut, untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas, perlu dilakukan beberapa hal, diantaranya menjaga mutu, baik proses pembelajaran maupun kualitas lulusan, serta perlu dilakukan kerjasama dengan instansi atau lembaga di sekitar lingkungan.

Seminar Kesehatan AKMT juga mengundang Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono sebagai pembicara dan menyampaikan materi kuliah umum secara daring dengan judul Kontribusi Rekam Medis Elektronik dalam Implementasi Aplikasi Satu Sehat.

Hadir juga dalam acara tersebut Asisten 1 Setda Temanggung yang menyampaikan selamat dan apresiasi atas dirintisnya Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung yang juga sedang dalam proses mendirikan gedung dengan tujuh lantai.

Keberadaan AKMT sangat mendukung transformasi digital di dunia Kesehatan. Menurut dr. Fatnan Setyo Hariwibowo dari RS PKU Muhamadiyah Temanggung, upaya Kesehatan harus dimulai dengan prosedur yang syariah.

Termasuk juga makanan yang disajikan untuk pasien harus memiliki label halal. Untuk itulah mahasiswa AKMT akan diajari melakukan tindakan yang harus diawali dengan hal hal yang syariah.

Wartawan : Arifin

Editor : Riski Yulis