469 Views
oleh

Pupuk di Sumenep Langka, Harganya pun Mahal, Ini Kata Ketua Pemuda Lira Sumenep

Sumenep || Bratapos.com – Permasalahan pupuk hingga saat ini masih menjadi masalah serius yang dihadapi seluruh petani di Kabupaten paling ujung timur Pulau Madura.

Untuk itu, Pemerintah diminta untuk kembali menata pendistribusian pupuk kepada petani. Pasalnya, hal ini berdampak serius terhadap produktivitas tanaman, Aktivis Pemuda Lira Sumenep Hariyono mengatakan, kelangkaan pupuk ini harus ditangani dengan serius.

“Ini menganggu upaya membangun ketahanan pangan yang baik di daerah. Gara-gara petani susah dapat pupuk, petani jarang memupuk kebunnya. Saya meminta pemerintah segera mencari jalan keluar yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,” harapnya, Senin (28/11/2022).

Mantan Presiden Mahasiswa Univesiatas Madura ini menjelaskan, ketergantungan petani akan pupuk sangat tinggi dan menjadi masalah ketika petani tak bisa memperolehnya dengan cara yang mudah dan harganya merangkak naik diakibatkan dampak global, “Seharusnya Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan Solusi terhadap petani,” urainya.

Terpisah, salah seorang petani, Ibnu di Kecamatan Lenteng mengaku, pupuk bersubsidi tidak hanya langka akan tetapi sangatlah sulit untuk mendapatkannya.

“Kemaren saya beli pupuk Urea seharga 180 ribu, itupun sangat sulit untuk membeli,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, petani asal Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan juga mengaku bahwa di Desa sentol Daya sudah ada kelompok tani bahkan dimintai KTP dan segala macam namun tetap hari ini pupuk masih langka dan mahal.

“Kami sudah dimintai KTP kemaren katanya mau diajukan untuk pembelian pupuk bersubsidi tapi nyatanya sampai hari tidak ada apa-apa,” ujarnya, Lanjut dia, kelangkaan ini juga tidak ada tindakan yang ekstra dari ketua pertanian sehingga masyarakat Desa Sentol Daya kesulitan mencari pupuk untuk bertani jagung.

“Masyarakat desa sentol sangat mengharapkan sekali kelancaran pupuk yang digunakan untuk bertani jagung. Sesuai dengan data-data penambahan subsidi dari pemerintah,”tukasnya.

Writer: ZainurEditor: dimas