311 Views
oleh

Warga Kranggan Keluhkan Genangan Air Yang Muncul Setiap Hujan Turun

Madiun || bratapos.com – Musim penghujan adalah sebuah musim yang sangat diharapkan kedatangannya oleh masyarakat luas. Karena dengan kedatangan musim tersebut, beragam tumbuh – tumbuhan kelihatan kembali hijau karena bersemi kembali dan otomatis suasana menjadi segar.

Namun berbeda dengan yang dirasakan sebagian warga RT. 08 RW. 02 Desa Kranggan kecamatan Geger kabupaten Madiun. Datangnya musim penghujan justru mereka merasa sangat was-was dan resah.

Bagaimana tidak, banyak rumah beserta halaman warga yang pasti akan tergenang air saat hujan mulai datang.

Dan hal ini terbukti dengan beredarnya status grup tertutup dari salah satu warga lingkungan tersebut. Dalam statusnya terlihat air hujan mulai memenuhi rumahnya walaupun tidak terlihat dalam. Sabtu (26/11/2022).

Warga tersebut (sebut saja Jar) saat dikonfirmasi oleh awak media melalu pesan media WA mencerita bahwa keadaan seperti ini sudah lama terjadi dan sering. Apalagi bila curah hujannya cukup tinggi.

“Nek koyo ngeneki daerah kene wes koyo langganan mas. Malah banyu sing neng Ratan iso luwih jeru meneh. (Kalau seperti ini daerah sini seperti sudah langganan. Malahan kalau di jalan bisa lebih dalam lagi genangannya)” ungkap Jar.

Sebagaimana iya menunjukkan video keadaan yang sedang berlangsung disekitar rumahnya saat ini.

Rumah Jar, salah satu warga Desa Kranggan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun yang selalu tergenang air saat musim penghujan tiba

“Iku video sing lagi tak rekam sing enek neng kene. Sampean delok ngarep omah wes tak gawe koyo tanggul. Ning Jik mlebu omah. (Itu video yang baru saja saya rekan keadaan yang ada disini. Anda lihat depan rumah sudah aaya buatkan seperti tanggul. Namun air tetap masuk,” Imbuhnya sambil mengirimkan video keadaan yang dialaminya.

Dan saat ditanya mengenai pengaduan kepada pemerintahan setempat, ia menegaskan hal tersebut sudah pernah dilakukan oleh warga. Namun hingga kini belum ada tanggapan dari pihak desa.

“Wes Ra kurang-kurang mas nek omong. Ning blas gung Ono piye-piye seko desa. (Sudah tidak kurang-kurang kalau laporan. Namun hingga kini belum ada tindakan dari desa),” Pungkasnya.

Reporter : Jhon Mongaz
Editor : AS