163 Views
oleh

Satpol PP Ponorogo Sosialisasikan Bahaya Rokok Ilegal

PONOROGO || Bratapos.com – Dalam rangka menekan peredaran rokok ilegal tanpa cukai kepada masyarakat serta tentang sanksi yang menjeratnya, Satuan Polisi Pamong Praja Ponorogo Jawa Timur melakukan Sosialisasi bahaya rokok ilegal. Berlokasi di Desa Jimbe, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Kamis (17/11/2022).

Hadir dalam sosialisasi ini, anggota Polsek Jenangan, Anggota Koramil Jenangan,Kepala Desa, pengusaha toko, pedagang, karang taruna, media dan tokoh masyarakat. Sedangkan narasumbernya bahaya rokok ilegal dari Satpol PP Ponorogo, kantor Bea Cukai Madiun, Polres Ponorogo, dan Kejaksaan Negeri Ponorogo.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Ponorogo Joni Widarto menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini juga dilakukan dengan cara memasang banner yang ditempatkan di beberapa titik yang Strategis di setiap Kecamatan – Kecamatan,

“Sosialisasi, kami lakukan kepada masyarakat di setiap Kecamatan – Kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo, yang melibatkan Kantor Bea Cukai Madiun , dan Forpimda serta OPD terkait,” Ungkapnya.

Kepala Polisi Satuan Pamong Praja Kabupaten Ponorogo Joni Widarto Saat menyampaikan tema dalam acara Sosialisasi

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sesuai dengan tema yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Stop Rokok Ilegal, maka kita semua masyarakat Kabupaten Ponorogo mempunyai kewajiban untuk turut serta membantu dalam pemberantasan rokok ilegal.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran tentang rokok ilegal ini, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan kantor Bea Cukai,” Jelas Joni.

Beliau berharap dengan begitu, masyarakat langsung memberikan informasi kepada petugas apabila mengetahui dan melihat ada peredaran rokok ilegal.

Sementara itu narasumber dari Polres Ponorogo yang diwakili Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Agus Supriyanto menjelaskan terkait cukai berpatokan pada UU Nomor 37 Tahun 2007, dimana cukai yaitu suatu pungutan negara yang diterapkan pada barang tertentu yang ditetapkan dalam Undang Undang.

“Yaitu tembakau, cigaret, rokok daun dan hasil pengelolaan tembakau lainnya, semua produk ini akan dikenakan cukai,” jelasnya.

Agus pun menyebut bila penegak Perda seperti Satpol PP saat dilapangan untuk melakukan penertiban terkait dengan barang-barang yang ada cukainya, namun tidak dikenakan cukai karena campurannya tidak ada dari luar negeri, dan tidak punya merek, maka itu tidak dikenakan cukai.

“Ketentuan pidana terkait dengan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 dan perubahan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai, ketentuan pidana yakni pasal 50 tanpa memiliki ijin menjalankan perusahaan pabrik atau penyimpanan atau mengimpor barang kena cukai yang menyebabkan kerugian negara dipidana dengan penjara 18 tahun dan denda 10 kali cukai yang belum dibayar,” Papar Agus Supriyanto.

Reporter : Jaya
Editor : AS