257 Views
oleh

Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Satpol-PP Sampang Sosialisasikan Undang-Undang Tentang Cukai

SAMPANG || Bratapos.com. Penanganan dan pencegahan serta meminimalisir peredaran rokok ilegal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, sosialisasikan undang undang tentang Cukai. Acara digelar di aula kantor Kecamatan Sampang. Kamis, (17/11/2022).

Dalam acara tersebut dihadiri Kasatpol PP Suryanto, Camat Sampang Yudhi Adidarta, Kejaksaan Negeri Sampang Ahmad Misjoto, Anggota Polres Sampang Kifli, Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Madura Tesar Pratama, Lurah dan PJ Kades se-Kecamatan Sampang.

Dalam sambutannya Suryanto (Kasatpol) pp memaparkan, kegiatan sosialisasi kali ini adalah merupakan tindak lanjut dari deteksi dini yang dilakukannya di 14 kecamatan beberapa waktu lalu.

Dirinya menyampaikan maka dari itu, kami mengadakan sosialisasi. “Sebab pada waktu deteksi dini, kami menemukan 33 Merek Rokok Ilegal tanpa cukai di 14 Kecamatan se Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Suryanto juga menerangkan bahwa tujuan sosialisasi tersebut guna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pihaknya menghadirkan beberapa narasumber untuk menyampaikan bahayanya rokok ilegal bagi masyarakat.

“Saya berharap kepada masyarakat mudah-mudahan sosialisasi ini, masyarakat mau bersama-sama mau menggempur rokok ilegal ini sehingga peredarannya bisa ditanggulangi,” harap suryanto.

Sementara ditempat yang sama, menurut Pemeriksa Ahli Pertama Bea Cukai Madura Tesar Pratama, mejelaskan Bea Cukai tersebut berasal dari dua kata diantaranya, (Bea) adalah Kepabeanan yang bersifat mengawasi lalu lintas barang ekspor dan impor, serta menghimpun penerimaan bea masuk, bea keluar, dan pajak-pajak dalam rangka impor.

Sedangkan, Cukai adalah mengawasi produksi dan peredaran barang kena cukai, serta menghimpun penerimaan cukai, pajak rokok, PPN hasil tembakau.

“Kepabeanan atau Bea adalah hal hal yang berhubungan dengan keluar masuknya barang dari dalam dan keluar Negeri. bisa pajak untuk keluar Negeri, dan dalam Negeri,” jelasnya.

“Sedangkan Cukai, adalah pajak dalam Negeri yang memiliki sifat karakteristik tertentu. Dan ternyata cukai tersebut lebih besar penerimaan Negara, dari pajak-pajak yang di luar Negeri,” paparnya.

Pewarta: Riyan