560 Views
oleh

Gubernur Jateng Peringati Hari Anak Nasional Bersama Ribuan Anak di Magelang Tepat di Hari Ayah

Gubernur Jateng Peringati Hari Anak Nasional Bersama Ribuan Anak di Magelang (foto: istimewa)

MAGELANG || Bratapos.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama ribuan anak-anak merayakan puncak acara peringatan Hari Anak Nasional Kota Magelang di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (12/11). Perayaan yang seharusnya dilakukan pada tanggal 23 Juli lalu, karena beberapa hal baru dilaksanakan hari ini, bertepatan dengan Hari Ayah. Bersama anak-anak, Gubernur bernyanyi, menari dan bergembira bersama.

Salah satu sesi paling menarik perhatian Gubernur adalah flashmob bareng sambil menyanyikan lagu Jo Kawin Bocah. Bercermin pada flashmob itu Ganjar mengajak orang tua dan guru untuk terus mendampingi anak-anak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bukan cuma sebagai orang tua atau guru semata, tapi juga sebagai sahabat yang bisa menjadi tempat mereka mencurahkan perasaan.

“Anak-anak kita butuh perlindungan, kasih sayang dan butuh tempat nggemblok (bersandar). Tempat mereka mencurahkan seluruh perasaan terhadap semua persoalan,” kata Gubernur.

Pada peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Kota Magelang itu, Gubernur tampak bahagia melihat keceriaan ribuan anak-anak yang hadir. Dia sempat berdialog dengan beberapa dari mereka.

“Mereka ini anak-anak luar biasa. Mereka sangat menyayangi temannya, gurunya, orang tuanya. Lihat mereka happy semuanya dan tentu kita sebagai orang tua, guru dan masyarakat harus terus menemani,” jelasnya.

Dunia anak adalah dunia bermain, karena itu Gubernur menilai sangat perlu memberi mereka ruang untuk berekspresi. Ruang yang yang menarik dan nyaman untuk belajar dan bermain.

“Tentu harus kita ajari, dampingi dan berikan contoh agar anak-anak mengikuti. Di sinilah pentingnya pendidikan, pentingnya sekolah yang menyenangkan,” terangnya.

Gubernur menyadari kasus bullying (perundungan) bahkan kekerasan pada anak masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk mengatasi problem tersebut, dengan memberi keteladanan.

“Sekali lagi, kalau didampingi dan diberikan contoh, anak-anak akan ikut. Saya titip ke Bapak / Ibu guru, jadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan, bukan tempat membully, menindas, bahkan tempat penyiksaan. Kalau antar teman baik, gurunya baik maka tiap hari anak akan rindu ke sekolah,” pungkasnya.

Reporter : Arifin

Editor : indi