907 Views
oleh

Dua Perangkat Desa, Diduga Terlibat Suap Menyuap Jual Beli Jabatan

DEMAK || Bratapos.com – Bikin heboh dan geger warga, karena dua perangkat desa Medini di panggil oleh pihak berwajib.
Akibat kasus dugaan jual beli jabatan yang menyeret dua dosen Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Sebagai terdakwa, keduanya didakwa menerima suap Rp. 830 juta, untuk meloloskan para calon perangkat desa dalam tes seleksi. Dengan cara membocorkan kunci jawaban pada calon calon peserta yang sudah menyuap uang.

Satu persatu kepala desa se kecamatan Gajah mulai di panggil dan di mintai keterangan, dari beberapa kepala desa yang sudah di mintai keterangan kini sudah ada yang di tetapkan menjadi status tersangka.

Ada yang mencuri perhatian, dari beberapa kepala desa yang melakukan suap menyuap ada isu salah satu kepala desa dengan percaya diri berstatemen kalo beliau tidak terlibat perkara tersebut, dan menyatakan aman dari perkara juala beli jabatan, ucapan itu didepan publik.

Padahal masyarakat sudah jelas jelas tau kalo pengisian perangkat desa yang di selenggarakan tahun kemaren syarat dengan suap menyuap, tak main main isu dugaan jual beli jabatan di desa medini nilainya fantastis 2 jabatan perangkat desa, tembus sampai 2 milyar lebih.

Ketika awak media mewawancarai langsung ke masyarakat, terkait dengan isu yang menerpa mantan kepala desa nya, yang sekarang ikut nyalon kepala desa. Sebenarnya warga sudah tau kalo calon kepala desa Medini MR 50 sekarang ini berurusan dengan pihak berwajib.

“Kami heran kog belum ada penangkapan dari pihak yang berwajib.
Apa malah bener apa yang di ucapkan kepala desa tersebut kalo dia aman dan tidak bersalah?
Sedang kan beberapa hari kemaren, dua perangkat desa yang menjabat aktif sudah pernah di panggil oleh aparat penegak hukum untuk di mintai keterangan,kami berharap kasus jual beli jabatan atau suap menyuap yang menerpa desa kami segera di usut tuntas oleh pihak berwajib, baik yang memberi uang di tangkap dan yang menerima uang juga di tangkap,demi nama baik desa kami “Tandas ALX 48.

Sangatlah besar harapan warga desa medini untuk segera bisa mendapat keadilan,karena selama ini warga desa Medini telah di bodohi oleh kepala desa. Pada saat beliau masih menjabat.
banyak proyek proyek yang tidak transparan.

Seperti halnya proyek pembangunan gapura. Program bedah rumah dan pengisian perangkat yang baru tahun kemaren di selenggarakan.18/9/2022

Reporter : Nazar

Editor : indi