518 Views
oleh

Diduga Miliki Tameng Bupati, Oknum Guru Bikin Aturan “Murid Cubit Murid”

MALANG// Bratapos.com- Sungguh tidak pantas dicontoh perilaku seorang oknum Guru (IN) yang mengajar di SDN 3 Gondanglegi Kulon. Pasalnya, oknum Guru (IN) diduga membuat peraturan “Murid Satu Kelas Harus Mencubit Satu Murid” bagi murid yang masih bandel bermain meja kursi di dalam ruang kelas, kalau tidak dilaksanakan, bagi murid yang tidak mau mencubit dihukum dengan diwajibkan piket di kelas lain.

Sebut saja siswi (GAN) berusia 10 Tahun yang mengalami kejadian tidak mengenakan tersebut, diduga atas peraturan yang dibuat oknum Guru (IN) yaitu dengan cara menyuruh semua siswa-siswi kelas 5 untuk mencubit siswi (GAN) dikarenakan bandel bermain meja kursi saat di dalam ruang kelas. Kejadian tersebut berlangsung pada saat oknum Guru (IN) sedang tidak mengajar di kelas.

Karena kejadian tersebut, siswi (GAN) menderita sakit terutama dibagian lengan, terlihat juga memar dan gosong bekas dari cubitan beberapa teman satu kelas 5 SDN 3 Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Parahnya lagi, siswi (GAN) menderita trauma yang teramat sangat dari kejadian yang menimpanya sehingga tidak mau bersekolah lagi.

Kepada Bratapos.com, (L) seorang ibu rumah-tangga Ibunda dari siswi (GAN) mengatakan, anak perempuan saya ketika pulang dari sekolah menangis, setelah saya tanya bilangnya habis dicubit beberapa teman sekelasnya dan diduga atas perintah oknum Guru (IN).

“Setelah itu saya lihat dilengan anak perempuan saya, keadaannya memar dan kelihatan gosong-gosong seperti bekas cubitan. Saya jengkel, gimana ya sebagai orang tua iya jelas jengkel, ada ta guru punya praturan seperti itu. Seharunya gak usah bikin murid trauma, kok karena masalah sperti itu anak satu kelas di suruh mencubit semua,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telfon WhatsApp, Sabtu (6/8/2022) siang.

Lebih lanjut, saat disinggung mengenai keadaan (GAN) anak perempuanya saat ini, Ibunda (GAN) menegaskan bahwa akibat perlakuan yang dialami oleh anaknya di sekolah, (GEN) tidak mau bersekolah hingga saat ini dan (GEN) mengatakan bahwa gurunya galak.

Sementara itu, oknum Guru (IN) saat dikonfirmasi Bratapos.com melalui pesan WhatsApp mengenai kejadian tersebut mengatakan, Ya Allah nyuwun pangapunten, saya yang lalai, anak-anak kok bisa mencubit seperti itu. Karena pernah ada kejadian dijombat-jombat (Meja Kursi) akhirnya nggeblak karena diingatkan mboten mirengaken.

“Ya Allah, memang saya salah, mohon tidak diekspos. Ya Allah saya mohon jangan diperbesar masalah ini, kita selesaikan secara kekeluargaan,” ucap oknum Guru (IN) saat dihubungi, Sabtu (6/8/2022) sore.

Terpisah, saat disinggung kenapa kejadian tersebut bisa terjadi dilingkungan sekolahan, apalagi menimbulkan trauma yang teramat sangat, sehingga (GEN) tidak mau bersekolah lagi. Sulis, Kepala Sekolah SDN 03 Gondanglegi Kulon mengatakan, teman-teman Guru sebetulnya sayang semua kepada anak-anak. Kalau hanya masalah seperti ini akhirnya akan dipermasalahkan ya gak adil itu.

“Oalah, kemaren itu lo saya sudah kerumahnya, anaknya juga sudah mau bersekolah, saya juga sudah minta maaf dan mereka pun juga sudah faham. Saya suruh (Ibunda GAN) wa ke saya mengenai lukanya itu, gak luka ini kayak digigit semut gitu lo, ya saking ae mas,” dalih Sulis, saat dikonfirmasi melalui telfon WhatsApp, Minggu (7/8/2022) malam.

Lebih lanjut, Sulis menyampaikan, sudah komunikasi dengan Pak Afi “Putranya Pak Bupati Malang” iya putranya Pak Bupati. “Apa langsung ta sondingkan ke Pak Bupati saja,” ancam Sulis, Kepala Sekolah SDN 3 Gondanglegi Kulon terhadap Wartawan Bratapos.com.

“Gini lo mas, ini intinya sudah selesai, iku masalah kecil sebenarnya gak usah diperbesar lah. Kemarin itu lo (GAN) ta tanya besok hari senin sekolah ya nak, mantuk anaknya. Ibunda (GAN) juga saya suruh ngeshare fotonya dan saya juga lihat sendiri lukanya, oalah kayak digigit semut itu lo, besok itu (Senin) saya ada rapat jadi tidak bisa menemui anda (Wartawan Bratapos.com),” jelasnya.

Sebenarnya apa yang ada di kepala Sulis, Kepala Sekolah SDN 3 Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang sehingga menganggap kejadian yang telah terjadi di lingkungan sekolah ini adalah masalah yang sepele (masalah kecil). Lucunya lagi, mengenai masalah tersebut, Ia mencatut nama putra Bupati Malang bahkan nama Bupati Malang sebagai tamengnya.

Mirisnya lagi, menurut narasumber yang berhasil dikonfirmasi Bratapos, ada indikasi pelecehan profesi Wartawan yang diduga dilakukan oleh Oknum Kepala Sekolah SDN 3 Gondanglegi Kulon. Saat dikonfirmasi pun oknum tersebut tidak mau menanggapi. Bratapos.com akan terus menelusuri dan akan mengungkap aras dugaan pelecehan profesi Wartawan oleh Oknum tersebut dari narasumber yang berhasil didapat Bratapos.com.

Dengan adanya kejadian seperti ini, apalagi terjadi di lingkungan sekolah, Bratapos.com akan terus meminta tanggapan dari Dinas terkait, khususnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di dunia pendidikan.

Reporter: (Tim)

Publisher: Shelor