189 Views
oleh

Bela Diri..!! Sang Jawara Tewas, Kuasa Hukum: Seharusnya M. Fikri di Vonis Bebas

MALANG// Bratapos.com- Masih ingatkah dengan kasus perkelahian yang mengakibatkan kematian jagoan bernama Tirto (37 tahun) di Desa Ngingit Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Terungkap dalam fakta dipengadilan bahwa M.Fikri yang sedang menonton pertunjukan Kuda Lumping di ajak berkelahi oleh Tirto. Karena kalah tua dan kalah besar, sebenarnya M.Fikri takut dan tidak berani melawan Tirto, namun tirto tetap menantang fikri bahkan melakukan pemukulan terlebih dahulu. M.Fikri seketika kabur untuk menyelamatkan diri dengan bersembunyi dirumah warga. dimana waktu kejadian tersebut pada Minggu, 13 Maret 2022, saat acara kuda lumping.

Singkat cerita tirto berhasil menemukan tempat persembunyian fikri dan kembali melakukan pemukulan terhadap Fikri dan Menggigit tangan Fikri hingga hampir putus. Seketika M.Fikri refleks dan memukul Tirto pada bagian kepala sehingga M.Fikri dapat melepaskan diri dan kabur.

Naasnya setelah mendapat 3 kali pukulan, paginya Tirto dinyatakan meninggal dunia. Ntah M.Fikri punya ilmu apa, hanya dengan 3 kali pukulan nyawa bisa melayang.

Setelah menjalani sidang-sidang yang cukup panjang akhirnya Fikri dinyatakan bersalah telah melakukan Penganiayaan Ringan yakni *1 tahun 8 Bulan Penjara* sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat 1 KUHP.

Tim Kuasa Hukum yakni Satya Widarma, S.H., M.Hum., LLM dan Didik Lestariyono, S.H., M.H tidak puas dengan Putusan Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen. “Jaksa menuntut M.Fikri dengan tuntutan tunggal sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat 3 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian dan hal tersebut tidak terbukti. Sehingga seharusnya tidak menvonis M.Fikri dengan Pasal 351 Ayat 1 karena JPU tidak menuntut terdakwa berdasarkan pasal tersebut, seharusnya M.Fikri di Vonis bebas karena tidak terbukti bersalah. Ujar ” Satya Widarma”

Sementara Didik Lestariyono, S.H., M.H mengatakan ” M.Fikri seharusnya tidak dapat dipidana, karena jelas dari fakta dipersidangan bahkan dari keterangan saksi-saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum bahwa M.Fikri melarikan diri setelah di pukul oleh Tirto, kemudian bersembunyi, setelah ketahuan persembunyiannya M.Fikri di Pukul lagi dan digigit akhirnya M.Fikri Refleks dan terpaksa membela diri dengan cara memukul dibagian wajah. Setelah itu M.Fikri melarikan diri lagi. Dalam Pasal 49 KUHP jelas diatur bahwa upaya membela diri tidak dapat di Pidana, oleh karenanya M.Fikri harus bebas dan kita menyatakan Banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Kabupaten Malang.” Ujar Pengacara berperawakan tinggi besar tersebut”. Rabu, (17/08/2022).

Kasus Jawara Pakis sempat Viral dan menjadi sorotan, pasalnya M.Fikri dikenal sebagai anak pendiam dan justru Tirto yang dikenal sebagai Jawara asal ngingit. Namanya sangat dikenal dan banyak orang yang segan dengan almarhum Tirto, namun apa daya sang Jawara harus tumbang ditangan anak pendiam. Benar kata pepatah diam itu emas, tapi menghanyutkan.

Reporter : ErHa (Tim)

Editor /Publisher : Shelor