550 Views
oleh

Drs. H. Zulfikar Achmad Komisi IX DPR RI Bersinergi Bersama BKKBN, Kampanye Turunkan Angka Stunting di Dusun Bukit Kemang

BUNGO || Bratapos.com – Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad bersinergi bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menggelar kampanye percepatan penurunan stunting di tingkat Kabupaten/Kota Khususnya di Dusun Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo Jum’at, (12/08/22)

Dengan memperhatikan Perpres 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting yang mengamanatkan setiap pimpinan daerah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi sinergi dan sinkronisasi diantara kementerian, lembaga pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan dan desa.

Pemerintah Kabupaten Bungo telah melakukan upaya membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), melakukan orientasi/pelatihan kepada kader TPK, bidan koordinator, dan penyuluh KB se Kabupaten Bungo, serta melakukan rapat koordinasi pembentukan TPPS tingkat kabupaten sampai tingkat dusun (Red, desa).

Hal itu diungkapkan oleh perwakilan dari Dinas Sosial, P2KB dan P3A Kabupaten Bungo Rosmala Dewi, S.Sos pada kegiatan kampanye Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra kerja.

“Selain itu Kami akan bergerak terus sesuai mekanisme dan tahapan tahapan yang telah ditetapkan bersama. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bungo, saya mengajak semua pihak dan masyarakat Dusun Bukit Kemang untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bungo,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jambi yang dalam hal ini diwakili oleh Koordinator KS/PK Dra. Sri Banun Saragih menyampaikan bahwa setiap anak stunting sudah pasti pendek tapi setiap orang pendek belum tentu stunting.

Stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis dalam waktu yang cukup lama dan umumnya nampak saat anak itu usia dua tahun. Kapan waktu terbaik untuk mencegahnya, yakni sejak dalam kandungan hingga anak usia dua tahun.

“Inilah gunanya ada TPK, tugas tim ini bekerja memonitor keluarga beresiko stunting mulai calon pengantin sampai anak usia dua tahun, ini merupakan program dan inovasi yang sangat luar biasa. Jadi kita mulai dari hulu, sebelum remaja menikah itu betul betul di intervensi,” tuturnya.

Sementara itu, anggota komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad juga menyampaikan hal sama, bagaimana cara mencegah terjadinya Stunting terhadap anak.

“Mangkonyo Ngan bawak orang BKKBN kesiko, biak kamu ibu-ibu ko ngerti apo nian yang dimaksud dengan Stunting itu.” Ujarnya dengan logat lokal setempat.

Tokoh dan warga yang hadir tampak sangat antusias mengikuti acara. Sekaligus terlihat sangat aktif saat anggota DPR RI dan perwakilan BKKBN Provinsi Jambi menyampaikan materi kampanye percepatan penurunan Stunting tingkat Kabupaten/Kota.

Setelah selesai memberi materi tentang stunting, dilakukanlah tanya jawab untuk memastikan apakah masyarakat dapat mengerti dan memahami tentang materi yang disampaikan. Tidak lupa pula pemberian hadiah bagi setiap peserta yang bisa menjawab dan menjelaskan pertanyaan yang di berikan. (IQ)