502 Views
oleh

Dianggap Tak Sesuai Kesepakatan, PT Samator Intiperoksida Didemo Ratusan Pekerja

GRESIK || Bratapos.com. Hubungan kerja antara pemberi kerja dengan pekerja tidak selalu berjalan harmonis. Hubungan kerja kedua pihak bisa berakhir pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK bisa atas kehendak dari pekerja (mengundurkan diri) maupun keputusan pemberi kerja.

Salah satu alasan pemberi kerja melakukan PHK karena kondisi keuangan perusahaan yang tidak sehat sehingga mengakibatkan kerugian pada perusahaan tersebut. Ketika kondisi keuangan perusahaan tidak sehat, pengusaha akan sebisa mungkin untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

Seperti yang terjadi terhadap pabrik PT Samator Intiperoksida Gresik yang berlokasi Jalan KIG Raya Utara, Blok K Kav. 12-20 RT 002/01, Desa Roomo, Kecamatan Manyar-Gresik. Dinilai pesangon tak sesuai kesepakatan, pabrik PT Samator Intiperoksida Gresik didemo oleh ratusan pekerja yang tergabung dalam FSP Kahutindo Kabupaten Gresik. Rabu, 10 Agustus 2022.

Yunus Fantoni selaku perwakilan pabrik PT Samator Intiperoksida yang menjabat manajer Sumber Daya Manusia menjelaskan, pihaknya tidak keberatan perusahaannya yang berdiri sejak 98 silam itu didemo oleh buruh. Bahkan pihaknya menerima teman-teman pendemo dengan sepenuh hati. Kendati demikian, program perusahaan tetap berjalan.

“Tugas kami menjalankan roda berputaran perusahaan untuk lebih sehat. Yang penting kami terima teman-teman dengan baik. Namun apa yang menjadi tuntutan para teman-teman pengunjuk rasa, kita akan rapatkan dengan jajaran rediksi. Karena rediksi yang akan memutuskan. Sebab rediksi yang pemegang saham,” ujarnya ketika ditemui oleh wartawan di ruang aula perusahaan.

Soal uang pesangon kata Yunus untuk karyawan yang di PHK sudah dibayar oleh perusahaan melalui transfer. Itu sudah sesuai dengan keputusan bersama. Namun jika masih dipermasalahkan soal pesangon itu namanya tidak logis. Sebab jika memberatkan perusahaan, maka kami serahkan ke Pengadilan. Mungkin selisih itu yang dipertanyakan dari rekan-rekan.

“Pengurangan karyawan terjadi sejak Mei 2022 sampai sekarang. Perusahaan melakukan pengurangan karyawan lantaran keuangan semakin menipis,” katanya.

Diketahui, dalam pertemuan itu, dipimpin oleh Utut dan Samsul perwakilan dari Disnaker Gresik. Sementara dari Perusahaan diwakili oleh Yunus. Menurut penasehat hukum pengunjuk rasa pertemuan kali ini, tidak ada titik temu. Sehingga ada pertemuan lanjutan.

Sementara Ketua DPC FSP Kahutindo Kabupaten Gresik Agus Salim mengatakan, unjuk rasa ini atas putusan sepihak dari perusahaan PT Samator Intiperoksida. Dan dalam memberikan upah, tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ada tiga pekerja yang di putus hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan PT Samator Intiperoksida. Rata-rata masa kerja sudah mencapai 20 Tahun.

“Maka, kita mengharapkan tiga pekerja ini tetap bekerja atau di PHK tapi upahnya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Agus Salim.

Ratusan massa unjuk rasa di depan Kantor PT Samator Intiperoksida dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Secara bergantian orasi dari ketua serikat pekerja FSP Kahutindo dari perwakilan perusahaan masing-masing perusahaan.

Perwakilan massa akhirnya bisa dimediasi oleh manajemen PT Samator Intiperoksida bersama perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik. Namun, dalam mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan bersama. “Hasilnya, akan ada mediasi di Kantor Disnaker pada pekan depan,” katanya.

Setelah mediasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Gresik.

Pewarta: Jamal Sintaru