218 Views
oleh

Jadi Edukasi Pelestarian Budaya, Wali Kota Kediri Buka Bursa Keris Nasional dan Pameran Lukisan

Kabupaten Kediri || bratapos.com – Pameran Lukisan Rupa Kita. Event seni budaya ini dibuka oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar atau akrab disapa Mas Abu, pada Jumat (05/08/2022).

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 5-7 Agustus di Area Kediri Town Square. Pada tahun ini pameran keris bertajuk “Kediri Raya Nyawiji” dan pameran lukisan bertajuk “Gumegrah”.

Pameran keris di Kota Kediri menampilkan 200 koleksi benda buatan empu yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.

Pameran dan Bursa Keris Nasional itu melibatkan paguyuban se-Kediri Raya, di antaranya Panji Joyoboyo Kediri, Panji Blitar, Panji Patria Blitar, Paguyuban Klinthing Tulungagung.

Sambutan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar di Pagelaran dan Bursa Keris Nasional serta Pameran Lukisan Rupa di Kediri Town Square.

Lalu Paguyuban Bhineka Tunggal Ika Tulungagung, Paguyuban Panji Patrem Trenggalek, Paguyuban Pataji Ngadiboyo Nganjuk, Patika Kediri, dan Paguyuban Satrio Pinayungan Jombang.

Ketua Paguyuban Panji Joyoboyo Kediri, Imam Mubarok menjelaskan, dalam ada yang lain dalam bursa keris yang diadakan di Swalayan Town Square. Karena ada 8 Paguyuban yang juga dilibatkan.

“Karena pada tahun ini Bandara Internasional Kediri akan beroperasi, maka dengan acara pameran keris ini, juga sebagai ajang promosi tentang kebudayaan dan kesenian di eks Karesidenan Kediri,” ujarnya, Minggu (07/08/2022).

Sementara itu, Mas Abu menjelaskan, pameran ini sengaja diadakan di pusat perbelanjaan. Harapannya pameran ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Keris ini merupakan warisan dari nenek moyang dan sudah diakui UNESCO sejak tahun 2005.

Nantinya pelajar di Kota Kediri juga diajak untuk melihat pameran ini. Agar generasi muda di Kota Kediri mengerti akan keris ini. Sebab ada hal yang harus diluruskan bahwa keris ini bukan syirik, namun ini untuk melestarikan budaya.

“Jangan sampai keris yang dimiliki dan terlahir di Indonesia ini diakui oleh negara lain. Mari kita lestarikan budaya yang kita miliki. Keris ini salah satu rahmat hang diberikan oleh Tuhan. Kita bisa ceritakan pamornya ataupun cara membuatnya kepada anak cucu kita,” jelasnya.

Mas Abu berharap kegiatan seperti ini dapat menggerakkan perekonomian di Kota Kediri. Saat ini banyak sekali orang yang ingin memiliki keris dan mengoleksinya. Begitu juga dengan karya lukisan. Semua pihak di Kota Kediri termasuk seniman harus bangkit bersama-sama.

“Tidak ada salahnya kita terus lakulan edukasi. Karena peminatnya ini semakin banyak. Acara ini bisa meningkatkan nilai ekonomi pada hasil karya seniman dan penggiat budaya,” pungkasnya.

Sekitar 200 keris koleksi benda buatan empu Uudan 46 lukisan dipamerkan dalam pameran ini. Pada pameran ini juga dilakukan peluncuran logo Paguyuban Panji Joyoboyo.

Wartawan : Susilowati
Editor : ryanti