330 Views
oleh

Seakan Kebal Hukum Usaha Pengoplosan BBM Jenis Solar Tetap Exist Beroperasi

Bojonegoro || Bratapos.com – Terlihat tak gentar dan tak menggubris ramainya pemberitaan oleh awak media, lapak pengoplosan BBM jenis solar ilegal yang di duga milik IMM tetap beroprasi dan exist mendulang pundi pundi rupiah.

Seakan tidak ada rasa takut sedikitpun melakukan kegiatan pengoplosan BBM jenis solar bersubsidi dengan solar gunung hasil dari tambang tradisional wonocolo kabupaten Bojonegoro dan seperti kebal hukum.

Berawal dari informasi masyarakat awak media bratapos.com kembali adakan investigasi ke lokasi tempat pengoplosan BBM jenis solar di dukuh bulu desa Beji kecamatan Kedewan kabupaten Bojonegoro,yang di duga milik IMM Sabtu 06/08/2022.

Kemudian awak media bratapos.com adakan wawancara dengan warga setempat yang enggan di sebutkan namanya,”jarene sopo mas tutup IMM iku kenalane wong gede gede mas dados e Yo tetep Tasik mlampah usahane tambah gede usaha oplosane solar, trek e Yo Tasik njugruk kalih mobil e pribadi njih sae mobil kelas, dasare wong sugih mas Yo tetep tatak jalani usahane masio kui ilegal lan nglanggar hukum, (kata siapa gitu mas, mas IIM itu kenalannya orang orang besar mas jadi, ya tetap melangkah usahanya, tambah besar usaha pengoplosan solarnya, truknya juga masih ada dengan mobil pribadi yang berkelas, pada dasarnya dia orang kaya mas jadi ya tetap berani menjalankan usahanya meskipun itu ilegal dan melanggar hukum,” pungkap warga kepada awak media bratapos.com.

Truk Pengangkut BBM Diduga Ilegal Jenis Solar Milik IMM Di Desa Biji Kecamatan Kedewan

Masih kata warga “bendinten perengkek perengkek Tasik gembruduk setor setor solar mas kados pawai,atek nek numpak motor buanter buanter mas, (Setiap hari perengkek perengkek masih banyak yang setor solar mas, seperti pawai, apalagi yang naik motor kencang kencang mas)”, tambah warga kepada awak media.

Harapan masyarakat di tengah sulitnya perekonomian saat ini, yang seyogyanya BBM bersubsidi oleh pemerintah di alokasikan untuk masyarakat dan pengguna jalan, kini beralih fungsi di manfaatkan oleh cukong cukong mafia minyak demi mendulang rupiah dan untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat berharap kepada pemerintah untuk menertibkan dan menindak tegas oknum oknum mafia BBM bersubsidi sesuai dengan hukum yang berlaku biar ada efek jera.

Padahal dalam undang undang sudah di sebutkan pendistribusian dan penyalah gunaan BBM bersubsidi adalah tindakan kejahatan yang di atur dalam undang undang no 22 tahun 2001  tentang minyak dan gas bumi pasal 53 sampai 58 dan dapat di ancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp 60.000.000.000.00 (enampuluh miliar rupiah)

Tetapi sampe berita ini dirilis kembali, belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pemangku kebijakan seakan akan penegak hukum tebang pilih dalam pemberantasan mafia mafia BBM bersubsidi. (bersambung red).

Reporter : KH sym
Editor/ Publisher : A. Estika