385 Views
oleh

Di duga Pemdes Kesimantengah Lakukan Banyak Penyelewengan, Pihak Kecamatan Sulit di Konfirmasi

Mojokerto || Bratapos.com – Penyalahgunaan jabatan mungkin perihal yang sepele bagi Pemdes Kesimantengah, dan hal itu yang mungkin biasa di lakukan oleh beberapa oknum pejabat atau aparatur pemerintah Pedesaan hingga setingkat Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Hari Senin atau Selasa tanggal 1/2 Agustus 2022.

Salah satu contoh kasus yang saat ini jadi perhatian dari praktisi hukum, Toga atau Tomas, bahkan juga warga setempat, terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang di lakukan oleh oknum Kepala Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, kabupaten Mojokerto.

“Pada informasi atau pemberitaan sebelumnya, tim awak media ini,terdiri dari lima media yang berbeda beda telah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi yang tidak lain adalah warga dari Dusun Kesiman, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, warga tersebut membeberkan kepada tim awak media atas kecurangannya/korupsi dan nepotisme, dalam kepimpinan yang telah dilakukan sang Kades saat ini, hingga warganya sendiri bisa berdalih ia curang.

Kini lebih dikuatkan lagi adanya kesaksian dan komentar pedas dari Praktisi Hukum Abdi Subekan dari YLI, ” kita semua mengetahui bahwasanya tanah bengkok tidak bisa di sewakan dan itu bisa termasuk kejahatan, bahkan hal itu pernah disampaikan oleh Bupati mojokerto juga” ujarnya.

“Apalagi akses tanah bengkok tersebut digunakan sebagai akses jalan utama dari galian C, yang dimiliki oleh AK (mantan kades), dan terkait kejelasan legalitas dari galian tersebut juga gak jelas, alias ilegal, namun galian itu masih aktif sampai sekarang” ungkap Subekan saat ditemui awak media (01/08/2022) siang.

Dari keterangan warga setempat yang enggan di sebutkan namanya menjelaskan, “Desa Kesimantengah merupakan akses jalan utama yang bisa dilalui kendaraan untuk keluar masuk ke lokasi penggalian tersebut. Maka dari itu AK berani bayar kompensasinya setiap bulan ke Kades, dan kompensasi yang di berikan ke Kades sebesar 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)” ungkapnya.

“Intinya ada beberapa kasus, bukan hanya kasus tanah bengkok, namun masih banyak kasus lainnya yang telah dilakukan oleh Kades Kesimantengah.(B)

  1. Kasus dana untuk pembangunan jalan makam yang raib tidak jelas, sehingga saat ada pemeriksaan dari inspectorat B mencoba bermain dengan menutup dari dana sewa tanah Ganjaran.
  2. Kasus dana pengadaan air bersih untuk warga yang tidak terealisasi.
  3. Kasus pembelian mobil ambulans dari dana ADD tanpa kordinasi dari perangkat desa dan warga, namun keberadaan ambulans tersebut justru disewakan ke warganya sendiri, jika warga membutuhkan maka warga tersebut dikenakan biaya yang bervariatif. Salah satu contoh warga terapi seminggu sekali ke Tanggulangin dikenakan biaya 100.000 hingga 150.000.
  4. Kasus nikah sirinya yang membuat kontroversi di desa masyarakatnya.

Itulah ulah yang sudah di lakukan B selama ini” pengakuan warga dengan tegas dan detail membeberkan kekecewaannya.

Banyaknya kasus dan akibat dari prilaku oknum kades ini, membuat banyak warga mulai angkat bicara, begitupun dari praktisi hukum dan para pemuka desa. Mereka berharap agar oknum kades tersebut bisa segera diadili sesuai dengan undang-undang yang ada di negara ini.

Hingga berita ini terpaksa ditayangkan, pihak dari kecamatan atau Sekcam belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi oleh media ini, serta masih ada lagi galian C ilegal yang ada di desa sebelahnya.

Reporter : Sult/tim/to

Publiser : zs