573 Views
oleh

Bambang Langlang Buana Reses, Masyarakat Minta Perbaikan Jalan Setapak

NAMLEA | Bratapos.com– Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bambang Langlang Buana reses penuntupan masa sidang ll tahun 2022 di Nametek Tanjung Kampung Buton, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru.

Dalam reses itu masyarakat setempat meminta agar jalan setapak dan drainase bisa dibangun pada tahun 2023 nanti.

Permintaan tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru, Bambang Langlang Buana.

“Ada beberapa masyarakat yang menyampaikan aspirasi mereka untuk diperjuangkan Bambang Langlang Buana, agar bisa masuk dalam Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2023, diantaranya jalan setapak dan drainase.

Adapun, kesetaraan UMKM agar warga Nametek Tanjung Kampung Buton bisa ditampung di Pasar Inpres Namlea dan peningkatan dana Alokasi Dana Desa (ADD) Namlea agar gaji guru honorer PAUD dan TK yang ada di Desa Namlea bisa naik.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD dari dapil I ini mengatakan, masa reses merupakan masa dimana DPRD melakukan kegiatan masa sidang diluar gedung DPRD. Pada masa reses, para anggota dewan ini berkesempatan untuk bertemu dan menjumpai konstituen di daerah pemilihannya atau dapil masing-masing.

“Reses ini untuk mendapatkan isi APBD, jadi APBD tahun 2023 itu katong (kita) bicarakan hari ini harus kita perjuangkan untuk masuk diprogram prioritas pada tahun berikutnya. Nanti yang diusulkan ini akan kita perjuangkan menjadi program prioritas karena yang diusulkan itu cukup banyak, jadi kita harus berjuang dan mengawal sehingga apa yang paling dianggap penting itu harus masuk dalam APBD,” kata Bambang.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Buru ini mengungkapkan, untuk saluran dan jalan setapak saat ini yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu dikawal ketat kedepannya.

“Masih lebih berat gorong-gorong dengan jalan setapak yang usianya sudah kurang lebih 20 tahun,” ujar Bambang.

Wakil rakyat dari Partai Ka’bah meminta masyarakat agar tidak menghambat pekerjaan kedepannya, sehingga pekerjaan bisa dilaksanakan sesuai yang masyarakat usulkan dalam forum ini.

“Saya juga meminta kesadaran masyarakat jangan sampai kita sudah perjuangkan, lalu tiba-tiba pekerjaan dihambat lagi atau komplen sana sini, terkait persoalan lahan. Hal seperti itu harus dihilangkan karena jalan ini kita buat untuk kepentingan masyarakat yang ada dalam Nametek Tanjung,” ungkapnya.

Untuk itu, mantan Kepsek SMA Negeri 2 Buru ini menambahkan dirinya telah memanggil orang untuk mengukur jalan setapak di Nametek Tanjung Kampung Buton tersebut.

“Kemudian juga saya sudah minta bantu teman saya yang juga seorang kontraktor untuk mengukur jalan setapak dalam kampung Nametek Tanjung kurang lebih 380 meter, karena itu pak Pou juga sudah pernah sampaikan di saya, pak RT juga sudah pernah sampai dirumah, ada beberapa orang yang datang tentang jalan. Jadi tetap akan saya musyawarahkan tapi saya tidak berikan jaminan bahwa itu harus jadi tetapi kita akan usaha kawal,” pungkasnya.