234 Views
oleh

Miris, Pria Usia 43 Tahun, Cabuli Mahasiswa Wanita Usia 19 Tahun

Sidoarjo || Bratapos.com – Berawal mengenal seorang wanita di medsos, dan tersangka juga mengaku berkedok sebagai anggota personil kepolisian reserse narkoba Polda Jatim,tersangka RK telah berkenalan dan berkomunikasi bersama korbannya MT, lalu sebelum mengenal korban MT ,tersangka melanggar Pasal 6 KUHP ayat C UURI no 12 TAHUN 2022 tentang tindak pidana seksual, Tempat di Penginapan. Waktu dan kejadian tanggal 25 Juli 2022, Pukul 13.00 WIB di sebuah kamar penginapan Kabupaten Sidoarjo.

“Korban kali ini berinisial M.T., Perempuan, umur 19 Tahun, Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Sidoarjo. Sedangkan tersangka berinisial R.K., laki-laki, 43 Tahun, Pekerjaan Karyawan Swasta (Pekerja Pabrik), alamat Kabupaten Mojokerto.

Pencabulan kian terjadi dengan imbas tipu daya tersangka R.K. mengelabui kepada korban dengan mengaku sebagai Polisi yang berdinas di Polda Jatim dan status duda, selanjutnya atas perkataan yang timbul dari tipu muslihat tersebut tersangka dapat melakukan persetubuhan terhadap korban, padahal faktanya pekerjaan tersangka adalah Karyawan Swasta (Pekerja Pabrik) dan memiliki istri dan 2 anak.

Segenap anggota personil Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengamankan barang bukti,1 potong jilbab warna coklat,1 potong sweeter warna putih, 1 potong kaos lengan pendek warna putih, 1 potong BH warna cream, 1 potong rok panjang jeans warna biru muda,1 potong celana dalam warna pink, 1 potong daster warna abu-abu motif bunga,1 buah HP merk Oppo Type A71 warna Rose Gold.

Berawal kenalan bulan Mei 2022 korban dan tersangka berkenalan melalui social media, kemudian pelaku dan korban menjalin komunikasi dan tersangka mengaku kepada korban bahwa dirinya adalah seorang Polisi yang berdinas di Polda Jatim dan juga mengaku berstatus duda (faktanya tersangka memiliki istri dan 2 anak) dan akhirnya timbul dari tipu muslihat tersebut korban mau menjalin hubungan pacaran dengan pelaku.

Akhirnya hari Minggu tanggal 17 Juli 2022 tersangka menjemput korban dan mengajak korban ke sebuah penginapan di Tretes Kabupaten Pasuruan, sesampainya disana tersangka yang mengaku sebagai Seorang Polisi dengan status duda dapat melakukan persetubuhan terhadap korban, selain itu korban juga dijanjikan akan dinikahi setelah lulus kuliah.

Lebih lanjut pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 tersangka kembali menjemput korban di rumahnya dan berpamitan kepada orang tua korban akan mengantar korban ke kampus, namun ternyata tersangka mengajak korban ke sebuah penginapan di Kabupaten Sidoarjo, disana tersangka kembali melakukan persetubuhan layaknya suami istri terhadap korban dengan janji-janji akan menikahi korban setelah lulus kuliah, dan tersangka mengaku berstatus duda dan bekerja sebagai Polisi yang berdinas di Polda Jatim.

Alhasil Visum Et Repertum terhadap korban didapatkan hasil bahwa “ditemukan Robek baru sampai dasar arah jam tiga, Sembilan dan sebelas. Ditemukan kemerahan pada kerampang kemaluan” kemudian penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan proses penyidikan dan telah menetapkan R K sebagai tersangka dan saat ini menjalani penahanan di Rutan Polresta Sidoarjo.

Dari pantauan tim awak media menyampaikan, berniat berbohong demi kebaikan tetapi malah terjebur kejurang yang dalam, tersangka telah memiliki istri dan 2 (dua) orang anak, kini anak dan istrinya jadi korban kebiadabannya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro SH SIK saat Pimpin persrilis memaparka, Tersangka melakukan tipu muslihat dengan mengaku sebagai seorang Polisi yang berdinas di Polda Jatim, serta mengaku berstatus duda agar korban mau menjalin hubungan dengan tersangka dan mau untuk dilakukan persetubuhan oleh tersangka.

Kini tersangka di jerat Pasal 6 Huruf C, yang berbunyi “Setiap orang yang menyalahgunakan kedudukan, wewenang, kepercayaan, atau perbawa yang timbul dari tipu muslihat atau hubungan keadaan atau memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan atau ketergantungan seseorang, memaksa atau dengan penyesatan menggerakkan orang itu untuk melakukan atau membiarkan dilakukan persetubuhan atau perbuatan cabul dengannya atau dengan orang lain.” terancam Hukuman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun, tutur Kusumo.

Writer: SultEditor: dimas