2016 Views
oleh

SPBU Purworejo Kecamatan padangan Menjadi Ajang Rebutan Para Mafia Solar Bersubsidi

Bojonegoro || bratapos.com – SPBU jl Bojonegoro-ngawi, Purworejo kecamatan padangan kabupaten Bojonegoro dengan no induk 53.621.20. Di duga Kembali layani pembelian BBM jenis solar pakai jerigen, tanpa ada rasa takut sama sekali dengan perbuatan yang melanggar hukum tersebut.

Seakan akan kebal hukum, Pihak SPBUĀ  di duga sengaja dan terang terangan melayani pembelian BBM jenis solar bersubsidi dalam skala besar dan tak menghiraukan viralnya pemberitaan oleh awak media. Hingga berita ini di rilis ke 2 kalinya belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum, khususnya wilayah hukum polres Bojonegoro. Minggu 31/07/2022.

Bojonegoro dengan no induk 53.621.20. Di duga Kembali layani pembelian Solar Dengan Jirigen Dalam Jumlah Besar Besaran

Saat awak media bratapos.com kembali mengadakan investigasi ke SPBU di Purworejo kecamatan padangan kabupaten Bojonegoro, di sana banyak orang mengantri menggunakan sepeda motor yang sudah di modifikasi sehingga bisa mengangkut BBM jenis solar bersubsidi sampai 6 (enam) jerigen, dengan 1 jerigen bisa muat 35 liter solar bersubsidi, sehinganga si perengkek solar bisa mengangkut 210 liter solar dalam sekali angkut.

Saat awak media bratapos.com Bojonegoro mencoba menemui mandor SPBU sebut saja si Dody, ada dugaan si Dody telah menghindar setelah mengetahui ada awak media Bratapos.com datang ke SPBU tersebut.

Di lokasi yang sama awak media bratapos.com mewawancarai yang di duga pengantri/ perengkek BBM jenis solar, kepada awak media bratapos.com mengatakan dalam bahasa Jawa, “isone mergawe Yo muk ngene mas, wong golek gawean Yo angel mboh salah mboh bener, nglanggar hukum LAN orane aku gak paham mas, seng penting anak bojoku iso mangan,” pungkas si perengkek solar yang enggan di sebutkan namanya kepada awak media bratapos.com.

Menurut si perengkek tersebut, setelah mengisi jerigen jerigen hingga penuh dan sesuai target kemudian BBM jenis solar di setorkan ke lapak lapak tempat pengoplosan BBM jenis solar untuk di oplos dengan solar hasil tambang tradisional dari wonocolo di daerah kecamatan Kedewan kabupaten Bojonegoro pungkasnya.

Padahal dalam undang undang sudah di sebutkan pendistribusian dan penyalahgunaan BBM bersubsidi adalah tindakan melanggar hukum yang sebagaimana di atur dalam undang undang no 22 tahun 2001, tentang minyak dan gas bumi pasal 53 sampe 58 dan dapat di ancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak senilai Rp 60.000.000.000.00 (enampuluh milliar rupiah) harapan masyarakat sekitar kepada aparat penegak hukum dan pemangku kebijakan agar menindak tegas kepada para mafi mafia BBM jenis solar bersubsidi dengan hukum yang berlaku agar supaya ada efek jera ..!!

Reporter : KH sym
Editor/ Publisher : A. Estika