879 Views
oleh

Robi Nurlatu: Saya Tidak Mengetahui Terkait Isi Surat Kesepakatan Ketua Fraksi Bupolo Dijabat 5 Tahun

NAMLEA | Bratapos.com– Memanasnya Pergantian Ketua Fraksi Bupolo di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru mendapat tangapan dari anggota DPRD Nasdem dan juga Perindo.

Robi Nurlatu, ketua fraksi Bupolo yang baru dan Sekertaris Fraksi Bupolo yang baru, Rifai Takimpo menyampaikan pernyataan keras terkait ada surat kesepakatan antara tiga partai politik tersebut dan ditandatangani masing-masing ketua partai, di Namlea, pada 18 September 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin Tanaya dari Partai Demokrat dipercaya sebagai Ketua Fraksi, Rifai Takimpo dari Partai Perindo sebagai wakil ketua dan Robi Nurlatu sebagai sekertaris serta Jhon Lehalima sebagai anggota dari Partai NasDem dan struktur ini tidak bisa diubah oleh salah satu partai politik yang tergabung dalam fraksi tersebut.

Namun, kesepakatan antara tiga partai ini mulai diingkari oleh Partai NasDem dan Perindo, karena posisi Ketua Fraksi Bupolo telah berganti dari Erwin Tanaya kepada Robi Nurlatu, sehingga pergantian ini turut diinginkan oleh kedua partai dengan memasukkan surat ke Fraksi Bupolo.

Rifai mengatakan sikap partainya Perindo yang juga menginginkan adanya perubahan susunan kelengkapan Fraksi Bupolo dan juga usulan agar dirinya di alat kelengkapan dewan (AKD) pada posisi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buru.

Sementara itu, Ketua Fraksi Bupolo Robi Nurlatu menjelaskan proses perombakan struktur Fraksi Bupolo kalau partainya yang menempatkan dua wakil di DPRD Buru dan ikut membentuk Fraksi Bupolo, melalui Ketua DPD Partai Nasdem Buru, Muhammad Daniel Rigan (MDR) menginginkan agar posisi ketua fraksi Bupolo ditempati olehnya, sebab Erwin Tanaya dari Partai Demokrat yang hanya punya satu kursi dinilai sudah cukup menjadi ketua fraksi selama 2 tahun 6 bulan.

“Iya, yang diputuskan AKD dan komposisi fraksi atas perubahan komposisi fraksi di dalam internal Fraksi Bupolo sama sekali tidak ada intervensi dari mana pun, sekali lagi tidak ada intervensi pimpinan (DPRD) karena kami partai politik kita mandiri, kita punya anggaran dasar rumah yang betul-betul kita punya sikap politik,” kata Robi, kepada wartawan, di Kantor DPRD Kabupaten Buru, Jalan Nemtek Jiku Kecil, Kamis (28/7).

Nurlatu juga membantah dan bingung dengan adanya surat pembentukan Fraksi Bupolo yang mana dalam kalimat ada kata lima tahun, karena dia tidak mengetahui adanya surat kesepakatan jabatan Ketua Fraksi Bupolo akan dipimpin oleh Erwin Tanaya selama 5 tahun.

Kata Robi pada saat itu di 2019, dirinya sebagai Sekertaris DPD Partai NasDem Buru dan di saat musyawarah akan membentuk Fraksi Bupolo antara partai Perindo, Demokrat dan NasDem kami adakan pertemuannya di Awista.

“Dan kami hanya membicarakan masa jabatan Ketua Fraksi Bopolo yang di pempin oleh Erwin Tanaya selama dua tahun setengah, namun dengan adanya surat kesepakatan Erwin menjadi ketua selama 5 tahun itu saya tidak tahu sama sekali. Entah buatnya dimana, kemudian tandatangannya kapan itu tidak di ketahui oleh saya,” beber Robi.

“Karena musyawarah yang saya ketahui jabatan ketua fraksi Bupolo 2 tahun setengah dipimpin oleh Demokrat, kemudian 2 tahun setengah dipimpin oleh NasDem dan hasil musyawarahnya Demokrat boleh jadi ketua fraksi, tapi dengan catatan 2 tahun setengah. Nah, 2 tahun setengah rolling dengan Partai NasDem, itu secara lisan,” ujar Robi.

Lanjut Nurlatu, muncul surat penyataan yang sifatnya mengingat dan kemudian berbunyi seperti begini (lima tahun) kita juga kaget dan saat itu kalau kita tahu saya sebagai sekertaris tentu menolak itu, dimana di republik ini yang punya dua kursi. Kemudian memberikan kesempatan pada partai hanya satu kursi selama lima tahun.

Terkait kenapa sampai terjadi perubahan komposisi dalam tubuh Fraksi Bupolo, karena ada surat masuk dari Partai NasDem dan Perindo. Namun, yang tidak pernah ditindaklanjuti oleh Erwin Tanaya. Padahal ada hal lain yang Erwin Tanaya lakukan.

“Malahan beliau diam-diam melakukan pengusulan dengan formasi yang dia tentukan tanpa musyawarah dengan NasDem dan Pelindo yang mana ada keterwakilan 3 kursi. Langkah yang diambil inisiatif dia secara diam-diam,” kata Robi.

Dalam isi surat Partai Perindo yang diusulkan Rifai Takimpo sebagai sekertaris fraksi Bupolo yang Baru dan juga sebagai anggota badan anggaran (Banggar), Sementara dirinya dan Jhon Lehalima dari Partai NasDem dapat rekomendasi dari DPW mengusulkan Robi Nurlatu sebagai ketua Fraksi dan Jhon Lehalima sebagai Wakil Ketua Fraksi.

“Untuk soal alat kelengkapan dewan (AKD) dari Partai NasDem tidak mengusulkan itu, karena itu nanti kita musyawarah di fraksi,” ungkapnya.

Sebab untuk menggelar rapat Fraksi Bupolo, sudah diupayakan agar Erwin hadir di ruang fraksi untuk bermusyawarah membahas usulan Partai Nasdem dan Perindo, tapi kabarnya, Erwin berada di luar daerah untuk urusan lain.

Maka Rifai Takimpo selaku wakil ketua fraksi dan Robi selaku sekertaris fraksi serta John Lehalima selaku anggota fraksi telah melakukan rapat fraksi tanpa kehadiran Erwin.

Ketiganya, bermufakat secara bulad menindaklanjuti surat Partai Nasdem dan Perindo untuk melakukan perombakan dan rolling posisi di fraksi Bupolo. Ketiganya juga bermufakat menunjuk nama anggota fraksi untuk menempati posisi pada sejumlah AKD.

“Di musyawarahlah kita dudukkan distribusi AKD, kemudian surat dari Partai NasDem dan juga dari partai Perindo yang tadi ditunjukkan sebagai sekretaris fraksi itu kita akomodir. Kemudian juga dari partai yang menggusulkan saya sebagai ketua fraksi dapat disetujui karena kita 4 kursi di Fraksi Bupolo kemudian dihadiri oleh 2 pimpinan dan 1 anggota secara quorum sah dan itu tentu mengikat,” tegasnya.

Anggota DPRD dari partai Perindo itu mengatakan, perombakan kepengurusan fraksi dan nama yang akan menempati AKD telah diteruskan kepada Ketua DPRD Buru, M Rum Soplestuny dua hari sebelum dilakukan rapat Paripurna, pada 22 Juni lalu.

Nama di AKD dan perombakan fraksi Bupolo ini yang diumumkan Ketua DPRD, M Rum Soplestuny pada rapat paripurna tanggal 22 Juli lalu.

“Untuk perubahan pimpinan fraksi, cukup diumumkan oleh Ketua DPRD di ruang paripurna dan pada saat itu kalau tidak salah pak Erwin Tanaya tidak ada ditempat,” ungkapnya.

Takimpo dan Robi kembali meminta agar Erwin legowo mau menerima perombakan, baik di fraksi maupun di AKD. Keduanya, berharap agar rekannya Erwin tidak sampai keluar dari fraksi Bupolo dan hijrah ke fraksi yang lain.

Keduanya berdalih, setelah terjadi perombakan di tubuh fraksi, baru mengetahui ada surat kesepakatan tiga pimpinan partai yang menghendaki Erwin menjadi ketua fraksi yang berlaku satu periode selama lima tahun.

Konon surat yang mengikat tiga partai itu tidak pernah mereka lihat dan mereka ketahui. Dan fisik suratnya baru diketahui saat Erwin membagi copiannya pada rapat paripurna dua hari lalu.

“Kami berharap pak Erwin Tanaya bisa legowo dan mari kita sama-sama jaga fraksi sampai 2024 dan kami juga berkeinginan agar pak Erwin Tanaya jangan sampai hijrah dari Fraksi Bupolo, karena kita dengan beliau secara pribadi tidak ada masalah sama sekali. Untuk sikap politik beliau kita hormati,” pungkasnya.