536 Views
oleh

Program Sertifikat Redistribusi Desa Rejosari, Warga Dikenakan Biaya Rp.750 Ribu

MALANG || Bratapos.com – Program redistribusi tanah merupakan salah satu bagian dari reformasi agraria. Tujuan redistribusi tanah ialah memperbaiki kondisi sosial-ekonomi rakyat dengan cara membagikan lahan secara adil dan merata kepada warga negara. Dengan begitu, ketimpangan kepemilikan tanah di Indonesia diharapkan bisa berkurang.

Dalam pengertiannya, redistribusi tanah adalah pembagian lahan-lahan, yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi obyek landreform, kepada para petani penggarap yang memenuhi syarat ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 224 Tahun 1961.

Informasi yang terhimpun Bratapos.com, program pemerintah Sertifikat Redistribusi Tanah dengan kuota sekitar 200 di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang pada tahun 2021 patut menjadi sorotan publik. Pasalnya, warga yang mengikuti program tersebut dikenakan biaya Rp.750.000 oleh Panitia dalam proses pengurusan Sertifikat Redistribusi Tanah, padahal aturanya sudah jelas bahwa program pemerintah untuk Sertifikat Redistribusi Tanah adalah gratis.

Kepada Bratapos.com, beberapa warga Desa Rejosari yang berhasil dikonfirmasi menyampaikan, untuk biaya yang sudah dibayarkan oleh warga sebesar Rp.750.000 setiap pemohon berlangsung di Kantor Desa Rejosari dalam program Sertifikat Redistribusi Tanah pada tahun 2021.

“Saya bayar Rp.750.000 di Kantor Desa Rejosari mas,” ungkap (S) seorang Ibu rumah tangga saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (27/7/2022) siang.

Terpisah, salah satu warga Desa Rejosari yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa dirinya juga membayar biaya Sertifikat Redistribusi sebesar Rp.750.000 di Kantor Desa Rejosari pada waktu itu.

“Disini (Saya bersama warga) membayar biaya sebesar Rp.750.000 dan bayarnya di Kantor Desa Rejosari mas,” ujar (W) saat dikonfirmasi di kediamannya.

Sebelumnya, saat Bratapos.com konfirmasi mengenai program Sertifikat Redistribusi Tanah yang didapat Desa Rejosari sekitar 200 kuota, Kades Rejosari, Juri maupun Sekdes Rejosari membenarkan bahwa biaya sebesar Rp.750.000 yang harus dibayarkan oleh warga dalam proses program Sertifikat Redistribusi Tanah di Desa Rejosari, Kecamatan Bantur pada tahun 2021.

“Untuk biaya Sertifikat Redistribusi Tanah di Desa Rejosari sebesar Rp.750.000 per pemohon, dengan jumlah kota sebanyak 200. Sebelum program tersebut dijalankan, sudah ada sosialisasi dari BPN Kabupaten Malang bersama Muspika Kecamatan Bantur kepada Warga Desa Rejosari yang mengikuti program Sertifikat Redistribusi Tanah, biaya sebesar 750.000 adalah kesepakatan bersama warga Desa Rejosari,” jelas Sekdes Rejosari, Yuyus saat dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa minggu lalu.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia (ZA) dalam program Sertifikat Redistribusi Tanah Desa Rejosari juga membenarkan biaya sebesar Rp.750.000 yang harus dibayarkan oleh warga yang mengikuti program tersebut. Selain itu, sungguh mengejutkan saat disinggung, adakan setoran ke oknum BPN dalam program Sertifikat Redistribusi Tanah di Desa Rejosari?

“Dalam program Sertifikat Redistribusi Tanah Desa Rejosari, oknum BPN Kabupaten Malang minta Rp.150.000 per bidang mas,” ungkap Ketua Panitia (ZA) sembari tersenyum saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, berawal dari keterangan Ketua Panitia (ZA) yang mencatut nama oknum BPN Kabupaten Malang, Bratapos.com mencoba mendatangi Kantor BPN Kabupaten Malang untuk konfirmasi mengenai hal tersebut, Senin (25/7/2022) siang.

Namun sayangnya, baik Kepala TU maupun Kepala BPN Kabupaten Malang, tidak ada yang bisa memberikan komentar maupun statmen kepada Bratapos.com meskipun sekitar pukul 13.00 – 14.30 WIB sudah menunggu di Kantor BPN hanya sekedar untuk konfirmasi dengan dalih masih mengadakan rapat zoom meeting.

Pewarta : Yusuf/Zen/Conk Arif/Mr
Publish : reef