711 Views
oleh

Ormas Pekat – IB Menuntut Kepala Dinas Pariwisata di Kantornya

Tanggamus || Bratapos.com – Puluhan Masa dari Organisasi Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia ( Pekat – IB ) Tanggamus, mendatangi Kantor Dinas pariwisata Kabupaten Tanggamus, Senin (25/7/2022).

Sebelum memulai Orasi Mereka menyampaikan bahwa ini aspirasi masyarakat dalam bentuk perjuwangan kami untuk menuntut Kepala Dinas Pariwisata Retno,Untuk tidak main-main dalam melaksanakan pembangunan agar tidak sia-sia dan tidak berguna bagi Masyarakat, Seperti salah contoh Pembangunan GOR yang nilai Anggaranya sangat Fantastis namun tidak sesuai dengan Kondisi dan keadaanya.

Kemudian dalam hal Seni Budaya, mereka menuntut adat istiadat yang merupakan warisan Leluhur kami, jangan Seenaknya Dinas Pariwisata Mempergunakan Adat istiadat, ada beberapa hal yang mesti di perhatikan dan di pahami, contoh Alat Pegang kaki, yang kemaren di pakai oleh Orang nomor satu di Kabupaten Tanggamus.

Saat di wawancarai Ketua Lembaga Fakta Herwan Rozali, SE. Bersama Ketua DPD Pekat- ib Tanggamus HerwinSyah Mengatakan Kami mendatangi Dinas Pariwisata Menyampaikan aspirasi Masyarakat Pembangunan fisik maupun non fisik, dan juga tentang Adat istiadat Warisan Leluhur kami.

” Kami di sini menyampaikan aspirasi masyarakat Masalah Kegiatan dinas Pariwisata fisik maupun non fisik, untuk fisiknya ada beberapa hal-hal yang kami temukan masalah Mini GOR yang begitu fantastis nilainya namun apa yang kita lihat GOR sekarang banyak masalah-Masalah keluhan masyarakat, dan ada juga kegiatan yang notabenenya masih covid Tahun 2020 tapi masih juga di laksanakan oleh dinas Pariwisata, katanya hasil konfirmasi kawan-kawan media sudah ada ijin dari Sekda,Bupati dan Gubernur, dan juga ada beberapa spot-spot destinasi wisata yang di temukan kegiatan bahkan nilainya diduga tidak sesuai dengan hasil pekerjaan tersebut ” Kata Herwan

Lebih Lanjut Ia mengatakan kami juga menuntut tentang Tata-Titi adat istiadat di Tanggamus.

” Adat Di tanggmus ini ada dua sai batin dan Pepadun, Mereka Mengklaim Pakaian sai batin itu seperti ini dan ini kami tidak terima, kita juga menyaksikan dinas Pariwisata punya Program masalah pangan balak, Pangan balak itu sangat luar biasa menurut kami, kerna ada runtutanya dan itu inti dari acara adat, kami lihat di situ ada tempat duduk kasur, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa duduk di situ, dan juga pahakh dalam bahasa lampung, itu hanya di anggap makan- makan biasa, itu kami tidak terima, kami ini punya sultan,pangeran dan raja, kami punya tokoh adat yang begitu kami hormati, kami masyarakat Tanggamus tidak mau di adu domba dengan dalih kepentingan, kami tuntut Dinas Pariwisata untuk membenahi itu semua dan kami akan tindak lanjuti ke APH ” Lanjutnya.

Ketua DPD Pekat-ib HerwinSyah juga berharap ke Aparat penegak hukum, terutama Kejaksaan Negeri Tanggamus Agar mengungkap tuntas hal ini.

” Saya berharap Kepada APH untuk mengukap tuntas fee proyek yang di duga Kuat ada permainan Kadis Pariwisata 20 persen kerna ini sudah terkordinir dan sistematis, Saya harap ini PR dari APH ” Harapnya.

Writer: JunEditor: dimas