566 Views
oleh

Anggota DPR-RI Komisi IX Bersama Kementerian Kesehatan RI, Gelar Sosialisasi Pemanfaatan Telemedisin Kepada Masyarakat

BLITAR ||Bratapos.com – Perkembangan Teknologi informasi saat ini sangat berkembang pesat dan sangat bermanfaat untuk mempermudah penyampaian informasi kepada masyarakat.

Bertempat di gedung Ex.PDS di Jalan Kelengkeng No. 3 Kelurahan Karangsari, Kota Blitar, Anggota Komisi IX DPR-RI Nurhadi, S.Pd bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar (Germas) Sosialisasi Pemanfaatan Telemedisin Kepada Masyarakat. Sabtu (02/07/2022)

Acara sosialisasi dihadiri langsung oleh Anggota Komisi IX DPR-RI Nurhadi, S.Pd, Kementerian Kesehatan RI, Dr. Amnur Rang Kayo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Yudi Efriyanto, SKM, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Dr. Darma Setiawan M.Kes, Tokoh Masyarakat Kota Blitar.

Anggota DPR-RI Komisi IX Nurhardi mengatakan, kali ini kita mengedukasi terkait program Telemedisin bagaimana masyarakat bisa mengakses Telemedisin ini untuk memperoleh layanan yang lebih cepat, akurat dan sesuai standard medis di Indonesia.

Program telemedisin ini bisa dibuat inovasi yang lebih lengkap, karena masyarakat kota itu lebih cepat beradaptasi dengan teknologi, apalagi dengan urusan Gadget (handphone) saya kira fitur-fiturnya bisa dilengkapi sesuai dengan permintaan masyarakat Kota Blitar.

Telemedisin tidak harus terpaku dari program Kementrian kesehatan, ketika di sebuah daerah memiliki program telemedisin sendiri bisa saja menyesuaikan karakter masyarakat setempat dan itu bagus. Contoh mungkin disebuah Kabupaten itu lebih suka pakai bahasa Jawa, itu juga bisa jadi kearifan lokalnya bisa dipakai, jelas Nurhadi.

“Semoga dengan adanya kegiatan sosialisasi ini masyarakat Kota Blitar lebih memahami apa itu telemedisin dan apa itu layanan dan fiturnya yang sudah dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan tadi”.

“Disela sosialisasi tadi juga kita mendorong Kota Blitar yang sudah luar biasa tingkat prosentase vaksinasi, untuk vaksin kedua (Boster) ada sekitar 20-25% yang belum di vaksin kita dorong untuk dituntaskan tahun ini juga”.

Semua bisa dikolaborasikan dan dikerjasamakan serta di integrasikan, tergantung dari Kementerian Kesehatan duduk bersama BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat itu tidak selalu memakai cara-cara manual untuk mengakses layanan kesehatan.

Kedepan bisa jadi aplikasi telemedisin ini terintegrasi dengan BPJS, info-info tentang BPJS, apalagi saat ini Komisi IX juga sedang menunggu terkait adanya regulasi baru yang dirubah dari BPJS tentang tidak adanya lagi kelas-kelas jadi semua sama. Pungkas Nurhadi

Dr. Amnur dari Kementerian Kesehatan RI menambahkan, dengan adanya layanan telemedicine ini akan menghindari penumpukan pengobatan penyakit kronis yang sudah lanjut, sehingga pada gilirannya beban pemerintah menjadi berkurang.

Situasi dan peluang melalu digitalisasi sangat besar, namun masih sangat terbatas pemanfaatannya, Indonesia pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan tercepat di ASEAN. Dengan 202,6 Juta pengguna internet dan terus bertambah dan hampir 60% kenaikan pengguna smartphone di Indonesia.

Dengan adanya tranformasi teknologi kesehatan pasca pandemi covid-19, maka masyarakat dapat dipermudah dengan adanya layanan dan fitur-fitur telemedisin ini, masyarakat dengan mudah mengakses aplikasi ini melalui smartphone.

Semoga aplikasi berbasis teknologi ini dapat juga dinikmati oleh masyarakat Kota Blitar, sehingga Pemerintah dapat memberikan jaminan layanan kesehatan yang prima tanpa terkecuali.

Pewarta : reef/tim
Publish : reef