342 Views
oleh

Diduga SPBU 54.684.16 “Kebal Hukum”, Warga Minta SPBU di Tutup dan Cabut Ijin

BANYUWANGI// Bratapos.com- Seorang operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) 54.684.16 di Bangsring Kecamatan Banyuwangi di duga kebal hukum dengan melayani penjualan bahan bakar minyak berjenis Pertalite kepada kendaraan dengan tangki dimodifikasi.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) CAKRA Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Banyuwangi , Anton wijaya, Mengatakan, Pengawasan Pertamina dalam bocoran dan penyelewengan BBM subsidi bagi 2 ( SPBU ) nakal tidak berjalan dalam fungsi dan kewenanganya, sehingga menjadi celah bekerja sama rekan industri sehingga masih mementingakan kepentingan pribadi dari pada kepentingan masyarakat sehingga secara implisit merugikan negara / pemerintah dalam penyaluran pemasaran BBM subsidi

“Selain merugikan, sehari-hari menjadi perbincangan ramai warga setempat,”ujarnya Senin (28/07/2022)

Kata Dia, Bahwasanya sering kali warga melihat mobil tidak sesuai peruntukannya kadang bahan bakar solar tapi ngisi pertalite kadang kala speak body mobil di rubah menyiasati agar pembelian kamuflase , akhirnya tanggal 15 juni 2021 jam 05.00 wib mobil pick up box dengan 2 pintu dari samping dan belakang memuat dan ngisi  8 drum dengan berat 1.6 ton liter di (SPBU) Bangsring – wongsorejo

“Inilah yang membuat warga resah atas ketidakadilan ketika warga pembelian pakai jeregen aturan terlalu rumit sehingga pengaduan warga ditampung”Jelasnya.

Pihaknya juga menunturkan, adanya temuan dari pengakuan sopir kendaraan tangki bermodif tersebut, mengaku sudah ada rekom dari pengawas dan Human Resources Development (Hrd) SPBU terkait.

Penyelewengan BBM subsidi ,Dimana warga merasa resah ada beberapa kejanggalan dimana ada mobil dalam pengisian BBM tidak sesuai dengan peruntukannya sesuai perpres 117 tahun 2021 sehingga pemerintah / negara dan masyarakat dirugikan

“Dengan bocoran dan distribusi dalam pemasaran memenuhi kepentingan kesejahteraan masyarakat kecil”ucapnya

Selain itu, juga ada desakan warga menghendaki 2 (SPBU ) untuk ditutup dan dicabut ijinnya, karena adanya penyelewengan tindakan penyalagunaan BBM subsidi dasar dari pertimbangan masyarakat.

“Keresahaan dan problem Penyelewengan BBM bersubsidi menjadi perbincangan ramai. terkadang warga beli pakai jerigen masih ribet, kan gak adil,”ujar salah satu warga setempat 

Perlu di Ketahui, Pengaduaan  Warga tersebut ditampung di LBH CAKRA DPC Banyuwangi, yang berkantor di kali klatak ketapang yang kantor pusatnya di probolinggo yang diketuai  Anton Wijaya dan memberikan kepercayaan kepada sugeng Hariyanto SH  sebagai kuasa hukumnya.

Disisi Lain, Pengawas SPBU 54.684.16 Bukhori, dirinya enggan berkomentar pasalnya terkait tersebut sudah diserahkan ke Hrd selain itu dirinya menerima sanksi di pecat bila terbukti bersalah.

“saya siap di pecat”.

Dengan adanya kabar pengakuan dari sopir bahwa sudah ada rekom dari pengawas maupun Hrd itu, sementara Hrd SPBU 54.684.16, Edi, Menjelaskan, hal itu tidak benar.

“tidak benar ini”singkat edi melalui pesan Whatshapp.

Reporter: Idham/ Waluyo

Editor/Publisher: Shelor