oleh

Sugiarto Angkat Bicara Lantaran Kecewa Tentang Demo BPD di Pati

Sugiarto Ketua Asosiasi BPD bersama Zubaedy Ketua BPD Pantirejo (foto:Tim Biro Pati)

PATI || Bratapos.com – Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia Kabupaten Pati, Sugiarto akhirnya angkat bicara lantaran kecewa dengan demo kemarin.

Pemkab Pati tidak ada yang mau menemui. Dia berharap setidaknya pak Sekda bisa menemui, karena pada waktu itu Bupati sedang ada di Jakarta.


“Ini justru malah yang menemui Kasatpol PP yang harusnya menjadi penegak Pemda dan keamanan, hal inilah yang membuat kecewa,” kata Sugiarto

Sebenarnya demo tersebut ,tujuan dari BPD sekabupaten Pati, pertama penguatan kelembagaan dengan regulasi yang ada. Karena sudah jelas sesuai regulasi yang di keluarkan menteri dalam negeri 110 tahun 2016 BPD di beri kesejahteraan dan operasional diserahkan kepada daerah masing masing sesuai dengan keuangan daerah. Jadi regulasinya harusnya sama kabupaten satu dengan kabupaten yang lain,” pungkasnya

“Dari Permendagri 110 th 2016 jelas diatur tentang kedudukan, tupoksi, kewenangan serta tunjangan BPD, maka bukan hal yg muluk-muluk jika BPD Pati minta kenaikan tunjangan, yg selama ini hanya Rp 1.750.000/th dipotong pajak. Angka 1.750 .000 : 12 = Rp 145.000/bln = kurang dari 5000/hr. BPD berhak mendapatkan tunjangan dan biaya operasional yang besarnya ditentukan dengan SK Bupati”. tambah Sugiarto

Sebenarnya kemarin itu bukan demo tapi aksi damai, silaturahmi BPD sekabupaten Pati dengan PEMKAB dan DPRD.

BPD itu orang-orang terbaik di desa, jadi tidak mungkin membuat keributan. Kita pastikan akan tetap menjaga situasi yang kondusif. Karena BPD adalah lembaga yang sangat berfungsi di desa. Kalau memang tidak berfungsi bubarkan saja BPD itu.” tambahnya

Reporter : Tim Biro Pati

Editor : iin indi

REKOMENDASI UNTUK ANDA