204 Views
oleh

Usik Kebebasan Pers, Kapolres Sampang Dianggap Bodoh

SampangIIbratapos.com, Dianggap Mengusik.atau Memasung kebebasan pers Ratusan Jurnalis se-Madura gruduk Mapolres Sampang, menuntut Kapolres Sampang Untuk Hengkang Dari Kabupaten Sampang.

Berawal dari viralnya Video Kapolres Sampang dengan Nada Tinggi Saat Audensi diruang Aula Mapolres Sampang, dirinya dengan arogansinya merintahkan Pada Humas Untuk tidak Melayani wartawan Tak Ber UKW dan media tidak tervirfikasi dewan pers. Membuat Para Jurnalis Di Madura merasa terusik dengan ungkapan yang keluar dari Mulut Arman (Kapolres Sampang)

Salah Satu jurnalis senior yakni Hernandi Kusmahadi mewakili suara para jurnalis yang merasa terusik dengan Pernyataan Kapolres Sampang dalam orasinya sampaikan“Sensasi yang bodoh” Kapolres Arman, “dengan suara lantangnya.“Kami sudah terusik, keluar Kapolres Sampang Bodoh mana Kapolres Arman temui kami, pernyataanmu harus dipertanggung jawabkan, apa dasarnya beritahu kami kenapa nomor hp wartawan yang mau konfirmasi diblokir Kapolres Arman, sudah dijelaskan dalam UU pers menghalang halangi kegiatan jurnalis merupakan perbuatan pidana, bisa dihukum penjara dan denda 500 juta”.

Lanjut Hernandi Kusmahadi dalam orasinya menyampaikan” Kapolres Arman telah menyinggung perasaan kami selaku Jurnalis, kami malu punya Kapolres bodoh dan sok tahu soal UU Pers & Dewan Pers”

Aktivis Muda Rolis Sanjaya Aliansi Pencinta Jurnalis turut sampaikan Dalam Orasi “Hai Pak kapolres Arman Jangan Buang Kentut Sembunyi Pantat, mana tanggung jawabmu, pengecut kamu, kami demo damai untuk minta tanggung jawabmu atas pernyataanmu, kami lapar tapi kami tidak butuh uangmu, temui kami”.

tapi sayang Kapolres Arman tidak juga menemui, hanya memberi pesan singkat lewat pesan online kepada Waka Polres “ Bahwa dirinya tidak akan menemui pendemo, buat apa, karena Kapolres Arman sudah merasa selesai klarifikasinya lewat berita”. Ungkap Rolis

Dengan sangat kecewa pendemo dari 4 kabupaten menyelesaikan demonya, tapi mereka berpesan “Perjuangan kami tidak berhenti sampai disini, kami akan terus berjuang sampai ke Polda dan ke Polri” sampai nyawa taruhannya, ujar Rolis Sanjaya.

Writer: RianEditor: Wit