55 Views
oleh

Misnah Warga Kelurahan Kertasari Hidup Digaris Kemiskinan dan Tinggal di Rumah Reyot

BEKASI || Bratapos.com-Menurut Kementrian Sosial (Kemensos) Program Rumah Tidak Layak Huni( RUTILAHU ) adalah program Kementrian Sosial untuk Penanganan pakir miskin dengan tujuan meningkatan kualitas tempat tinggal pakir miskin.

Namun masih saja banyak warga yang masih membutuhkan bantuan pemerintah, seperti warga Kelurahan Kertasari Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Salah satunya, rumah yang ditempati misnah (69) warga Kampung Pebayuran Rt 02 Rw 02, Ibu beranak tiga dengan satu cucunya ini, sangat membutuhkan perhatian Pemerintah.
Pasalnya,rumah yang di huni sangat memperihatinkan.

“Saya dengan tiga anak saya menempati rumah ini sangat takut karena keadaan rumah sudah reyot,
apalagi kalau datang musim hujan dibarengin dengan angin,”ungkap Misnah

Dirinya berharap, agar pemerintah Kabupaten Bekasi bisa membantu mempasilitasi program bedah rumah.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, agar dapat membantu dan memperbaiki rumah saya,”harapnya

Terkait hal tersebut, Mashuri selaku ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kertasari, angkat bicara.

“Masalah rumah tidak layak huni di Kelurahan Kertasari, saya akui masih banyak rumah warga yg sangat memperihatinkan dan harus dibenahi, ini adalah tugas aparatur Pemerintahan Kertasari, harus hadir ketika melihat rumah masyarakat yang mau roboh,”ungkapnya. Minggu (19/06/2022)

“Saya pribadi sempat berkoordinasi dengan dinas PUPR Kabupaten Bekasi, bagaimana solusinya untuk menangani rumah warga yang tidak layak huni di Kelurahan Kertasari,
setelah beberapa waktu lamanya akhirnya saya memutuskan untuk membuat proposal pengajuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Saya pinta data data yang ada di Rt untuk warga yang layak mendapatkan program Rutilahu. setelah saya kumpulkan semua data dari Rt dan Rw saya langsung membuat proposal sesuai acuan Dinas PUPR,”terang Mashuri.

Namu, kata Mashuri, setelah proposal untuk pengajuan bedah rumah sudah selesai, hingga saat ini masih dipelajari oleh Lurah Kertasari.

“Proposal sudah saya sampaikan ke Lurah untuk di tanda tangani, agar saya bisa langsung berikan ke Dinas PUPR, pada waktu itu Kata Lurah akan dipelajari dulu, setelah beberapa lamanya, saya tanya pada staf Kelurahan Kertasari terkait proposal, jawabannya masih belum di tanda tangani,”tutupnya.

Reporter : ML
Publisher : Brata Pos Jabar