1112 Views
oleh

Peti Dipertanyakan Diatas Tanah Pertiwi, Adakah Solusi?

Oleh: Dr ( c ) Zaibi Susanto, SH., MH.

Penertiban penambangan emas dengan metode rendaman tanpa izin di sepanjang sungai Anahoni, Wasboli dan Sampeno, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru, Maluku di bongkar menggunakan alat berat jenis excavator mini oleh tim gabungan TNI-Polri.

Demikian berita yang diangkat dari media Bratapos.com dengan link https://bratapos.com/2022/05/21/excavator-gusur-ratusan-bak-rendaman-di-sepanjang-sungai-anahoni-kabupaten-buru/

Penertiban aktifitas penambangan emas tanpa izin (singkat: peti, red) dilakukan oleh aparat berdasarkan Surat Perintah Kapolres Pulau Buru Nomor Sprin/653/V/PAM/.3.3./2022, Sabtu lalu (21/5/2022).

Dari adanya kegiatan penertiban tersebut ditanggapi pengamat yang juga sebagai advokat, Dr ( c ) Zaibi Susanto, SH., MH.

Dr ( c ) Zaibi Susanto, SH., MH menanyakan, bahwa apakah pemerintah tidak ada solusi untuk masyarakat agar bisa mendapatkan izin yang legal di atas tanah Pertiwi ini.

“Apakah hanya investor yang boleh menguasai tanah Pertiwi ini?”

Dr (c) Zaibi juga mempertanyakan pendapat hukum dari kejaksaan atau kepolisian atas hak hak hukum masyarakat atas pengelolaan tanah Pertiwi ini.

Selain itu diharapkan adanya juga keterangan pemerintah setempat atas penghancuran tempat rendaman di sepanjang sungai Anahoni, Wasboli dan Sampeno, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely Kabupaten Buru, dan apa solusi dari pemkab untuk masyarakat agar bisa mengelola tanah Pertiwi ini. (*)