48 Views
oleh

Demo 22 BEM-SI di Depan Kantor DPRD Provinsi Sultra Berakhir Ricuh

KENDARI | Bratapos.com– sebanyak 22 elemen solidaritas Badan Eksekutif Mahasiswa Seluru Indonesia (BEM-SI) OKP dan Internal se-Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan aksi penolakan penundaan Pemilu dan penolakan Tiga Periode Masa Jabatan Presiden Jokowidodo.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di perempatan SD Kuncup, Baruga, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dipimpin oleh kordinator lapangan (KORLAP) dari tiap-tiap elemen dengan jumlah massa aksi kurang lebih sebanyak 3.000 orang, Senin (11/4/2022).

Dari pantauan Bratapos di lokasi demostrasi, massa aksi yang berorasi di depan kantor DPRD Provinsi Sultra meminta DPRD agar menstabilkan ketersediaan dan ketahanan pangan kebutuhan Masyarakat.

Dan juga mengusut tuntas mafia minyak goreng dan evaluasi kinerja kabinet. Reformasi Jilid 2.

Masa aksi juga mengungkapkan Penolakan kenaikan harga BBM, harga sembako dan menolak kenaikan PPN 11 % (persen).

Aksi yang mulai pada Pukul 10.00 WITA, berlangsung di perempatan SD Kuncup, Baruga, Kota Kendari,setelah itu masa aksi melaksanakan longmars menuju kantor DPRD Provinsi. Sultra untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Sesampainya massa aksi di depan kantor DPRD Provinsi Sultra, mereka di terima oleh Ketua DPRD Provinsi , Abdurrahman Shaleh.

Abdurrahman Shaleh pun berjanji kepada massa aksi, bahwa semua tuntutan permintaan masa aksi yang di gelar saat ini akan ditindak lanjuti secepatnya, dia berprinsip, ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus.

“Saya juga akan mengecek ke instansi vertikal terkait hal itu dan menandatangani permintaan ade-ade sekalian,” ujarnya.

Para masa aksi tidak merasa puas dengan ketua DPRD yang menerima mereka diluar gedung,olehnya masa aksi berusaha masuk ke kantor DPRD namun di halau oleh aparat keamanan.

Namun tidak berhenti sampai di situ, masa aksi terus melakukan orasi secara bergantian,dan mereka juga berusaha menerebos masuk kantor DPRD namun dihalau pihak kepolisian.Akhirnya terjadi saling dorong sehingga pihak kepolisian menembaki gas air mata untuk membubarkan massa aksi.

Tetapi masa aksi balik melempari pihak kepolisian mengunakan batu dan botol Aqua, sehingga pihak kepolisian kembali menembaki masa mengunakan gas air mata namun masa masih tetap bertahan.

Pihak kepolisian kembali menembaki masa mengunakan gas air mata dan Water Cenon namun masa masih tetap melakukan perlawanan dengan melempari pihak kepolisian mengunakan batu, botol air mineral dan menembakkan petasan ke arah pihak keamanan.

Tembakan gas air mata pun tak terelakkan oleh pihak kepolisian terus menembaki gas air sampai akhirnya masa berhasil dipukul mundur oleh aparat kepolisian.

Reporter: AM/SPK