oleh

Antisipasi Nataru, Pemkot Madiun Ambil Langkah Pengetatan

MADIUN. bratapos.com – Sejumlah kebijakan pengetatan bakal diambil Pemkot Madiun selama momen Natal dan tahun baru (Nataru) nanti. Menyusul kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan status PPKM level 3 di semua daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian pemkot adalah potensi timbulnya kerumunan dari sejumlah tempat atau kegiatan. “Alun-alun akan ditutup mulai 30 Desember sampai 1 Januari,” sebut Wali Kota Madiun Maidi, usai memimpin rakor antisipasi Nataru, Kamis (2/12).

Tak hanya mensterilkan Alun-alun selama pergantian tahun, pemkot juga akan menutup sejumlah ruang publik lain yang rawan menjadi tempat berkerumun. Mulai dari Lapangan Gulun, Simpang Lima Tugu Pendekar, hingga Taman Lalu Lintas Bantaran. “Lampu dimatikan sejak sore,” tegasnya.

Seluruh gereja diimbau menerapkan protokol kesehatan ketat selama menggelar kegiatan peribadatan Natal. Termasuk mewajibkan jemaat dari luar daerah untuk menunjukkan keterangan telah divaksin dan hasil negatif tes cepat.

Selain itu, pemkot juga menangguhkan sementara seluruh kegiatan senam dan olahraga lain selama Nataru. Pasalnya, senam juga berpotensi menimbulkan kerumunan. “Pusat perbelanjaan dan tempat wisata juga diperketat. Nanti akan ada rapat teknis mempersiapkan skema pengetatannya seperti apa,” ujar walikota, sembari menyebut disinfeksi di tempat-tempat umum akan digencarkan kembali.

Tak hanya itu, guna meningkatkan kedisiplinan masyarakat, pemkot bersama TNI dan Polri juga bakal menggelar patroli dan melakukan tes cepat antigen secara acak. Wali kota menegaskan, selama tahun baru Kota Madiun tidak menerima tamu dari luar daerah.

“Kami juga mengimbau seluruh hotel dan restauran untuk tidak menggelar kegiatan apapun. Berbagai kebijakan ini untuk melindungi kita semua, karena Covid-19 masih ada di sekitar kita,” jelas mantan sekda itu pungkasnya.

Reporter              : Jhon Mongaz

Publisher             : Suryadi

REKOMENDASI UNTUK ANDA