24 Views
oleh

Erupsi Semeru “Gladak Perak” Putus, Gubernur: Jembatan Gantung Akses Jalan Alternatif

LUMAJANG// Bratapos.com- Terjadinya bencana erupsi Gunung Semeru yang telah melanda beberapa Desa didua Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro membuat para instansi pemerintah pusat turun meninjau ke lokasi terdampak. Seperti halnya Senin 06 Desember 2021, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan didampingi Bupati Lumajang Thoriqul Haq, meninjau Jembatan Perak serta mendatangi rumah korban duka yang berada di wilayah Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Jawa timur.

Putusnya jalan utama jembatan perak, mengharuskan Gubernur bersama Bupati harus menempuh jalur udara, yaitu dengan menggunakan Helikopter dan mendarat di Lapangan Pronojiwo.

Pada saat rombongan meninjau lokasi di Jembatan perak Gubernur Jatim Khofifah mengungkapkan, bahwa untuk opsi rute jalan dari Candipuro menuju ke Pronojiwo bisa melalui jalur Pasirian -Tempursari tapi hanya untuk motor mobil tidak bisa, cuma khusus untuk pengendara roda dua.

“Untuk jalur Candipuro menuju Pronojiwo, itu bisa dilalui lewat jalur Pasirian menuju Tempursari, dan akses yang bisa dilakukan di sini sementara menggunakan jembatan gantung, namun hanya bisa dilalui roda dua saja,”Jelasnya.

Pihaknya juga menambahkan, bahwa harapannya untuk jalur Candipuro menuju Pronojiwo, agar terhindar dari terjangan banjir lahar dingin Semeru, pembangunan jembatannya harus benar – benar tepat untuk tempatnya.

“Nah kita tentunya berharap ada strategis jangka panjang, bila nantinya membangun jembatan akses Candipuro ke Pronojiwo kan ini sambungannya, jadi harus memilih mana yang lebih secure, karena jika lihat dari jembatan lama gak secure, karena masih dilewati material lahar dan selalu menimbulkan kehawatiran,”Tambah Khofifah Indar parawansa.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Lumajang, juga menyampaikan, bahwa saat ini untuk Masyarakat yang masih ada di pengungsian, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari rekan dapur umum jika kali ini sudah tersedia bahan makanan yang bisa bertahan untuk 15 hari kedepan.

“Untuk persediaan makanan untuk warga di pengungsian, kami dapat informasi dari kawan kawan dapur umum, untuk bahan pangan masih cukup untuk 15 hari lagi,”Cakapnya.

Toriq juga menjelaskan, jika pihaknya telah merilis untuk jumblah korban yang meninggal dunia ada 13 orang dan yang 4 jenazah sudah diketahui identitasnya, dan untuk korban yang luka luka diketahui berjumblah 54, pihaknya juga menyatakan jika masih ada kemungkinan korban bisa bertambah, karena ada keluarga yang menyampaikan kepada pihak instansi penanggulangan, ada anggota keluarganya yang belum pulang.

“Tadi malam kami telah merilis korban tewas berjumblah 13, diantara 4 korban sudah di teridentifikasi identitasnya. dan kemungkinan korban akan bertambah, dikarenakan ada laporan dari Masyarakat bahwa anggota keluarganya masih ada yang belum pulang,”tambahnya.

sebelum beranjak ke tempat semula, yaitu ke lapangan Pronojiwo, Thoriqul Haq juga
menyampaikan, Jika pihaknya berterima kasih atas kunjungan Gubernur Jatim dan Bupati dan juga instansi terkait lainnya yang turut membantu atas terjadinya bencana erupsi gunung Semeru.

“Kami ucapkan banyak terimakasih terhadap Ibu Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota yang ada di Jawa Timur, dan yang berada di Pronojiwo langsung di take over oleh Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, dan semua yang bisa meng akses menuju Pronojiwo,” Pungkasnya.

Reporter. : Jaka

Editor. : Doris

Publisher. : Shelor