oleh

Ketua KKM Beserta Perangkat Desa Diduga Mementingkan Kantung Saku dari Proyek Pembangunan Tandon Air

PASURUAN || Bratapos.com – Program Nasional Pamsimas melalui bantuan dari pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang digelontorkan ke Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan diduga dikerjakan tidak sesuai spek teknis.

Dalam pelaksanaan progam Pamsimas III HID Mama Tahun 2021, sumber dana APBN (Bantuan Langsung Masyarakat) BLM Rp.300.000.000, Kontribusi Masyarakat (Suwadaya) senilai: Rp.15.000.000, uang tunai/untuk dana Masyarakat, Rp.49.441.000 non tunai atau gotong-royong.

Dalam pekerjaan peningkatan kapasitas masyarakat (Pelatihan) senilai Rp.4.724.000 dan untuk biaya operasonal KKM senilai 13.026.000 dan juga untuk pembangunan sarana air minum (SAM) senilai Rp.342.191.000 disertai peningkatan kapasitas PHBS masyarakat senilai Rp.4.500.000.

Dengan adanya bantuan program pekerjaan Pamsimas HID MAMA Tahun 2021 sebesar Rp.300.000.000 yang diterima oleh pihak Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari sangat tidak profesional dan patut dicurigai pasca nya. Sewaktu awak media bersama Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) mendatangi pekerjaan tandon (Spam) air pada hari Senin (29/11/2021) siang.

Yang akan disalurkan ke setiap dusun dengan bahan diduga tidak sesuai spek atau pengurangan bahan bangunan yang mudah rapuh. Awak Media mencoba menggali informasi terkait bangunan spam air yang hampir finish dan menemui salah satu pekerja dan langsung bertanya, dimanakah sisa pembesih juga sisa bangunan lainya, kok bangunan ini sudah terlihat banyak yang retak.

“Gak ada mas, untuk pembesih habis semua, pean langsung ke balai desa aja mas,” ungkap sala satu pekerja di lokasi proyek ketika dikonfirmasi.

Dengan jarak yang tidak jauh menuju balai Desa Sekarmojo, Awak Media bersama rekan LSM menuju balai desa dan langsung di temui Kasno selaku perangkat desa sekaligus ketua KKM. Mulyadi selaku Sosial Kontrol (LSM) melontarkan pertanyaan, siapa ketua penanggung jawab pembangunan tandon (Spam) air yang masih dikerjakan dan dimana sisa matrial pembesih untuk bahan pembangunan, dan kenapa bangunan baru jadi semua samping bekas cor banyak yang retak, itu kan untuk menapung air yang akan disalurkan ke warga Desa Sekarmojo.

“Kalau sisa besi ada dirumah Pak Kampung mas, dan untuk pengecoran yang retak itu sewaktu mengerjakan turun hujan,” jawab Kasno selaku perangkat desa sekaligus ketua KKM dengan nada tegang.

Terpisah, saat dihubungi melalui telfon WhatsApp, Kades Sekarmojo Rohim menyampaikan bahwa ia tidak tahu mengenai pembangunan proyek tersebut dan tidak pernah diajak koordinasi hingga pembangunan proyek tetsebut hampir selesai.

“Saya tidak tahu soal pembangunan itu, saya pasrahkan sama masyarakat juga pelaksana, malah sempat gak pernah koordinasi sama saya tahu-tahu nya pembangunan hampir selesai, dan anehnya saat saya tanya sisa anggaran ternyata uangnya habis mas,” kata Rohim Kades Sekarmojo.

Seharusnya pihak Pemerintahan Desa yang sudah digaji pemerintah bisa memantau pekerjaan Pamsimas Spam Air yang bersumber dari bantuan APBN yang nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat Desa Sekarmojo, bukan malah sebaliknya diduga menyiasati harga material untuk pembangunan yang sudah terlaksa.

Anehnya lagi, sewaktu dikonfirmasi awak media malah memberikan humoran kalau memang bantuan yang diterima sebesar Rp.300.000.000 (tiga ratus juta) tunai bisa dimanfatkan untuk masyarakat, bukan sisanya dimasukan dikantong saku pribadi. (Bersambung…)

Pewarta : Agung
Publish : Zen

REKOMENDASI UNTUK ANDA