oleh

Tidak Bisa Menahan Nafsu Birahi, Oknum Guru Honorer di Bursel Cabuli Gadis

BURU | Bratapos.com– Sikap tidak terpuji dilakukan salah satu oknum guru kontrak daerah Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Maluku berinisial LSO (30), diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak perempuan berusia 18 tahun berinisial WA dengan pengancaman.

Kejadian asusila tersebut terjadi pada 19 November 2021 sekitar pukul 21.30 WIT malam, tepatnya di Talud Penahan Ombak, Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

Awalnya korban sedang bertemu dengan kekasihnya yang berinisial LSO, di Talud Penahan Ombak Pantai Desa Simi, namun tiba-tiba pelaku datang menghampiri korban dan pacarnya.

Lantaran panik, pacar korban melarikan diri meninggalkan korban bersama pelaku yang merupakan Guru Sekolah Dasar (SD) di Desa Simi tersebut, melihat korban sendiri, pelaku lantas mendekati korban dan memaksanya untuk berhubungan layaknya suami istri dan menekan korban, dengan alasan akan dilaporkan kepada orang tuanya dan pihak keluarga.

Korban sempat menolak, namun Guru SD yang telah mempunyai istri dan dua orang anak itu terus memaksanya, bahkan mengancam akan memberitahukan kelakukan korban kepada keluarganya dan kepala desa, karena korban kerap bertemu pacar secara diam-diam di Talud Pantai Desa Simi.

Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda MYS Djamaluddin yang dikonfirmasi via WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan yang disampaikan oleh korban pada Jum’at malam lalu sekira pukul 21.30 WIT, korban bersama pacarnya sedang duduk dan bermesraan di Talud Pembatas Pantai tepatnya belakang rumah pelaku.

“Mereka berdua sedang melakukan hubungan badan, namun tiba-tiba muncul pelaku dihadapan korban dan pacarnya sehingga membuat kaget, lalu pacar korban lari meninggalkan korban sendiri tanpa memakai celana, sedangkan korban tidak bisa kemana-mana karena pelaku telah menahan tangan korban,” kata Aipda Djamaluddin, Selasa (30/11).

Setelah itu, Aipda MYS Djamaluddin menjelaskan, pelaku melakukan pengancaman terhadap korban, perbuatan antara korban dan pacarnya akan dilaporkan kepada orang tuanya dan kepala desa.

“Apabila korban tidak melayani pelaku dalam minta jatah berhubungan badan, namun korban tetap tidak mau dan pelaku pun terus mengancam, sehingga korban merasa ketakutan dan bingung sehingga dengan terpaksa korban melayani pelaku untuk berhubungan badan, setelah itu korban mengambil dan memakai celananya lalu kembali ke rumah,” ungkapnya.

Aipda Djamaluddin menambahkan, setelah kejadian itu korban merasa dirugikan, dan melaporkan perbuatan pelaku di Polsek Waesama pada Senin lalu 29 November 2021 guna proses lebih lanjut.

“Sementara tindakan yang diambil Polsek Waesama, menerima laporan polisi, membuat surat untuk melakukan visum dan meminta pakaian yang digunakan korban pada saat malam kejadian sebagai barang bukti,” pungkasnya.

reporter: spk

REKOMENDASI UNTUK ANDA