oleh

Tambang Galian C Yang Meresahkan Warga

Bojonegoro, bratapos.com – Adanya tambang Ilegal yang beroperasi di Dusun Keramat, Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro sangat meresahkan warga sekitar. Memasuki musim penghujan, warga takut terjadi tanah longsor dan banjir bandang. Apalagi baru-baru ini terjadi banjir, padahal selama ini tidak pernah kejadian banjir yang lewat depan rumah warga.

Warga sangat menyayangkan pemilik tambang yang melanggar perjanjian awal. Adapun perjanjian yang disetujui oleh warga yang juga pemilik lahan adalah pengambilan batu yang hanya kelihatan di permukaan, tidak digali sampai kedalaman 4-5 meter seperti saat ini. Dengan seperti itu pemilik tambang sudah menipu warga dan saat ini terjadi konflik antara warga dengan hilangnya batas sawah mereka.

Temuan Tim Brata Pos dilapangan, tambang yang terindikasi ilegal ini selain merusak ekosistem persawahan, flora dan fauna serta kontur tanah. Kegiatan penambangan galian C jenis batu juga merusak jalan umum. Terlebih lagi warga merasa khawatir karena kegiatan galian tersebut berada di lahan area persawahan yang masih produktif, yang nantinya tidak bisa untuk di garap lagi.

Jika melihat dampak yang seperti ini merugikan banyak masyarakat, kenapa pihak terkait menutup mata dengan aktivitas tambang tersebut, termasuk Polsek, Pemerintah Desa setempat, pihak kecamatan, pihak Pemkab Bojonegoro dan Polres Bojonegoro, pihak Polda Jatim juga berdiam diri seolah memberikan ijin aktivitas tambang tersebut yang sudah jelas-jelas membawa dampak kerugian yang besar bagi masyarakat.

Menurut penjelasan warga bahwa mereka tidak punya salinan perjanjian, “niku lho pak, riyin warga dikumpulaken teng daleme inisial A ketua RT, dijelasken nek inisial G niki badhe mendet watu sing ketinggal mawon, kersane warga mangke saget eco garap sabin. Terus kulo  di damelake surat perjanjian di kengken tanda tangan ngoten mawon. Sing beto surat perjanjian nggeh mboten kulo, tapi sedanten di beto kaleh  A niku. Sing kulo sedehke niku pak sak niki, nggeh mboten kulo piambak tapi nggeh warga sedanten niki, sabin-sabin niku kenyataane sampai sak niki mboten ngoten, sabin di gali di keruk sampe 5 meter nek seumpami diteruske galian niki nopo kulo tasik saget garap sabin pak? Sabin rusak, wates ilang, warga saling engkel-engkelan wates. Kami ini wong cilik pak, kok ditipu ngeten pripun? Tolong pak, jenengan iwangi warga mriki nek seumpami diterus-teruske anak cucu badhe dahar nopo pak nek sabin dirusak ngeten. ( Dulu warga dikumpulkan dirumah A  (Ketua RT), di situ warga diberi penjelasan kalau inisial G akan membeli batu yang kelihatan saja, biar warga mudah mengerjakan sawah, kemudian dibuatkan surat perjanjian, warga disuruh tanda tangan. Menurut keterangan warga surat perjanjian itu disimpan A. Tapi kenyataanya warga sangat sedih karena  penggalian area tambang galian C dikeruk sampail 5 meter sehingga bentuk sawah hilang sehimgga pembatas antar sawah milik warga hilang berakibat ada salah paham antar warga pemilik sawah. Warga butuh bantuan bila tambang galian c ini diteruskan akan merusak sawah yang menjadi mata pencaharian dan untuk anak cucunya nanti akan tidak akan bisa mengolah sawah lagi)”.

Sedangkan ditempat terpisah, Kepala Desa Jari mengatakan bahwa jika terjadi banjir bandang atau tanah longsor bukan urusan dia. Kepala Desa tidak mau tau karena dulu prosesnya pas tambang di buka saya belum jadi kepala desa.

Reporter : An-to

Publisher : Suryadi

REKOMENDASI UNTUK ANDA