oleh

Tidak Mau Menjawab Konfirmasi Wartawan, Direktur RSU Pindad: Biar Nanti Saya Jelaskan ke Keluarganya

MALANG || Bratapos.com – Terkait adanya dugaan manipulasi biodata yang dilakukan RSU Pindad Turen, terhadap pasien (MD) meninggal dunia bernama Istikomah (45), asal warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi polemik.
Pasalnya dari pihak keluarga korban, masih tidak terima dan merasa tidak puas sebelum pihak RSU Pindad, memberikan jawaban yang jelas kenapa biodata keluarganya yang meninggal dengan vonis positif covid-19 tidak sama dengan identitas hasil di Swab PCR.

Karena saat keluarga korban mendatangi pihak RSU Pindad untuk menanyakan hal tersebut, hingga kini dari pihak RSU Pindad masih belum memberikan jawaban, atas kesalahan identitas jenis kelamin dan Nomor NIK KTP keluarganya yang meninggal tidak sama dengan identitas hasil Swab PCR yang menyatakan Istikomah meninggal positif Covid-19.

Saat pihak keluarga Almarhum (Istikomah) bersama dengan beberapa awak media dan DPD Pemuda LIRA Kabupaten Malang menemui Direktur RSU Pindad, Dr. Saji di ruangan kerjanya untuk konfirmasi terkait dugaan manipulasi data tersebut terkesan arogan.

Dimana saat tim Bratapos.com bersama DPD Pemuda LIRA melakukan konfirmasi kepada Dr. Saji, Ia menjawabnya dengan jelas, bahwa dirinya tidak akan menjawab pertanyaan (Konfirmasi) Wartawan, terkecuali kepada pihak keluarga pasien yang meninggal.

“Biar nanti saya jelaskan ke keluarganya, pastinya saya tidak akan ngomong sama sampean ya, clear toh, saya gak ngusir lo yoo.!! karena sampean gak berhak, biarkan keluarganya yang ngomong ke sampean terserah, sampean ngerti toh. Engkok lek ono korek 10 opo gak tak bukak kabeh, kecuali kasus ini sampean unggahno dulu baru saya buka,” celoteh Dr. Saji, seakan akan alergi terhadap wartawan. Selasa (21/09/2021) siang.

Sementara itu, Sumiati (72), selaku ibu kandung Istikomah seusai menemui Dr. Saji mengatakan, “Masalah kesalahan itu kata Dr. Saji, tentang UU kedokteran kalau ada 5 poin, termasuk jika ada 2 poin yang salah itu wajar, ujarnya. Jum’at (24/9/2021).

Menurut Sumiati Dr. Saji juga mengatakan, bahwa pihaknya meminta supaya masalah tersebut diselesaikan secara kekeluargaan saja. “Intinya gini, terkait masalah ini monggo kita kembalikan ke pihak keluarga pasien, jika pihak kedokteran yang jelas mintanya diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas keluarga Istikomah menirukan penyampaian Dr. Saji.

Akan tetapi ketika Dr. Saji ditanya dirinya ngajak berdamai, masalah diselesaikan secara kekeluargaan seperti apa.? Dr. Saji tidak menjawabnya. “Kan saya tanya, maksudnya itu damai seperti apa pak? tapi pak direkturnya diam tak menjawab,” tegas keluarga Almarhum, menyampaikan, seperti yang disampaikan oleh Dr. Saji terhadapnya. (Bersambung…)

Pewarta : Bratapos (Tim)
Editor/Publisher : (Hadi/Shelor)

REKOMENDASI UNTUK ANDA