oleh

Kades Tegalharjo, Pandoyo Terpilih Sebagai Ketua Pasopati Periode 2021 – 2027

PATI || Bratapos.com – Pandoyo, Kades Tegalharjo, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati akhirnya terpilih sebagai Ketua Pasopati periode 2021 – 2027. Kades yang terkenal dekat dengan rakyat dan awak media ini siap memperjuangan dalam kemajuan dan keberadaan Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati (Pasopati).

Pandoyo mengakui keinginannya untuk maju, diakui karena dukungan dari ratusan Kepala Desa (Kades) yang merindukan marwah Pasopati yang selama ini dianggap mati suri.

Kepada awak media, Pandoyo mengatakan bahwa para Kades selama ini sangat merindukan Pasopati yang selalu solid dan bisa bersatu, Sabtu (18/08/2021).

Sehingga para Kades ini berharap adanya sosok Ketua Pasopati yang paham dengan organisasi dan berani menyampaikan aspirasi para Kades. “Demikian juga keberadaan Pasopati bisa memberikan wadah suatu organisasi yang jelas serta memberikan rasa persaudaraan dan kekeluargaan di semua anggota,” ungkapnya.

Kades yang dikenal supel itu mempunyai harapan dan program sebagai Ketua Pasopati upaya membangun komunikasi dengan legislatif dan eksekutif untuk menyampaikan program dan hak-hak yang menjadi kewenangan para Kades.

“Sebagai Ketua Pasopati Pati harus bisa membangun komunikasi seperti dulu, intinya kalau ada permasalahan yang berkaitan dengan hak Kades, harus mampu dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.

Pria bersahaja ini mengungkapkan, seharusnya Pasopati bisa menjadi kebanggaan dalam suatu organisasi Kades yang pertama kali dibentuk di Indonesia, sebab sebagai cikal bakal pergerakan nasional yang dimotori kades dalam konteks parade nusantara mampu melahirkan hak-hak Kades seperti UU desa, Dana Desa (DD), Siltap, masa jabatan Kades, pengadaan motor dinas Kades dan lain-lain.

“Dulu banyak yang diperjuangkan oleh Pasopati, dan sekarang Pasopati harus bangkit kembali, kades harus bersatu, segala permasalahan harus bisa diselesaikan bersama. Saya berharap tujuan para Kades bisa tercapai, sebab jabatan Kades ini merupakan ujung tombak dari pemerintahan,” ujarnya.

Organisasi ini bersifat independen, dengan slogan yang tidak kemana-mana namun ada dimana-mana.

“Pasopati harus bersikap independen, dan posisinya tidak kemana-mana, namun ada di mana-mana, selain itu juga harus bisa membangun komunikasi dengan pihak manapun,” timpalnya.

Dirinya menambahkan jika proses demokrasi telah dilakukan dalam tahapan pemilihan Ketua Pasopati. Ini suatu pendidikan demokrasi dalam proses keberadaan Pasopati di Pati. Semua unsur baik Ketua, Sekretaris, Bendahara pengurus dan semua anggota harus guyub rukun dalam kemajuan Pasopati.

Saatnya Pasopati harus solid dan bisa berkiprah dalam kemajuan desa dan Kabupaten Pati. Pihaknya berharap dengan kepengurusan baru ini Pasopati Pati semakin memberikan harapan bagi rakyat dan kemajuan Kabupaten Pati.

Nabiyanto selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan untuk perolehan hasil suara terakhir dalam pemilihan Ketua Pasopati Pati Pandoyo memperoleh suara 214, Sutrisno mendapatkan suara 127, Saman dengan 28, Ahmad Rifai mendapat 21 dan Maksum mendapatkan 1 suara yang tersebar di 5 Dapil di Kabupaten Pati. Nabiyanto menambahkan tahapan pelaksanaan pemilihan Ketua Pasopati Pati berjalan lancar dan sukses.

Reporter : Sindhu

Editor : Maya

REKOMENDASI UNTUK ANDA