oleh

Nekat, Orang Tua Korban Pencabulan Diintimidasi Oleh Keluarga Terduga Pelaku

SAMPANG II Bratapos.com. Dengan Adanya pelaporan terkait Dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang di lakukan oleh Tomas (Tokoh Masyarakat) Desa Batuporo Timur, kecamatan Kedudung,Kabupaten Sampang, yang dilakukan oleh ber-anisial (S)

Keluarga Korban Kasus Pencabulan Diintimidasi, Oleh Pihak terduga Pelaku Pencabulan yakni Saudara dari (S) dengan membawa Senjata tajam kerumah korban yang pada saat itu ditemui oleh orang tua Korban.

Sebelumnya (S) pelaku diduga mencabuli lima anak dibawah umur dalam dua tahun terakhir. Dari lima anak dibawah umur tersebut rata-rata mempunyai kelainan mental dan fisik tak normal. Pelaku dilaporkan oleh orang tua korban yang didampingi oleh kuasa hukum atau pengacara.

Korban pencabulan sebut saja Melati yang merupakan masyarakat Dusun Leke Kondur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang itu masih mengalami trauma terlebih keluarganya mengalami intimidasi.

Pendamping Hukum JAF Law Firm, Jakfar Shodik SH mengatakan pencabulan yang dialami korban pada Senin (30/9/2021) kemarin sekitar jam 11 siang itu kemudian kesorean harinya langsung didatangi pelaku terduga beserta saudaranya dengan membawa senjata tajam kepada orang tua korban

Kuasa hukum korban Jakfar Shodiq menceritakan kronologi kejadian bahwa pada dua minggu sebelumnya pelaku (S) membawa Korban kerumahnya untuk dilakukan pencabulan. Namun pada saat itu aksinya diketahui oleh sepupu korban.

“Saat itu dilingkungan rumah tidak ada orang, kebetulan sedang melayat ke Sokobanah beserta tetangga lain. Setelah itu, sepupu korban langsung memberitahu orang tuanya,” ucapnya pada sejumlah awak media.

Setelah orang tua korban mengetahuinya kata Jakfar, bahwa korban dibawa oleh (S) pelaku, orang tua Melati (Korban) langsung memanggilnya namun tidak menjawab.

Karena tidak menjawab, orang tuanya mencoba untuk masuk lewat pintu belakang ternyata Melati keluar dari pintu belakang rumah pelaku dengan luka memar.

“Orang tua korban langsung bertanya ke namun korban tidak mengaku. Selang beberapa hari kemudian saudara melati mencoba untuk bertanya kepada korban akhirnya mengakui atas perbuatan pelaku,” ungkapnya.

Pengacara muda Jakfar Shodiq menambahkan jika dalam dua tahun terakhir pelaku inisial (S) kerap melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dari lima korban hanya Salim orang tua korban yang berani melaporkan ke Polisi.

“Terpaksa perbuatan pencabulan ini dibawah kejalur hukum karena bahaya jika ini dibiarkan,” tambahnya.

“Pelaku terduga dan saudaranya mengamuk karena membongkar rahasia ini kepada semua orang bahkan saudara pelaku terduga mengajak duel carok kepada orang tua korban,” ucapnya, Rabu, (15/10/2021).

Mendengar hal itu, dirinya kemudian mencari informasi yang lebih akurat karena sebelumnya Jakfar Shodik SH hanya mendengar dari pengaduan masyarakat.

Setelah mendatangi rumah korban, intimidasi yang dilakukan oleh pelaku terduga dan saudaranya ternyata benar. Hal itu diungkapkan oleh Salim selaku orang tua korban pencabulan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sudaryanto saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan jika kasus ini sedang ditangani lebih lanjut.

“Kasus ini sudah ditangani semoga dalam waktu dekat pelaku segera ditangkap,” tandasnya.

Pewarta : Riyan/Far

REKOMENDASI UNTUK ANDA