oleh

Penandatangan Memorandum of Understanding ( MOU)

Aceh Tamiang // Bratapos.com – penandatanganan memorandum of understanding (mou) program sertifikasi lahan petani kelapa sawit berkelanjutan di kabupaten aceh tamiang tahun 2021

Kamis 13/9/ 2021, telah berlangsung acara penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) dalam rangka program sertifikasi lahan petani kelapa sawit berkelanjutan yang dibuka langsung oleh Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn bertempat di Aula Setdakab Aceh Tamiang Jln. Ir. H. Juanda Desa. Bundar Kecamatan Karang Baru Kabupten Aceh Tamiang dihadiri ± 35 orang diantaranya sebagai berikut

Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn.
Wabup Aceh Tamiang H. T. Insyafuddin, ST.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali, S.I.K.
Plt. Kakawil BPN Prov. Aceh Dr. Agustyarsyah, S.SiT, SH, M.P.
Setdakab Aceh Tamiang Drs. Asra.
Asiten I Bidang Pemerintahan Kabupten Aceh Tamiang Drs. Amiruddin.
Kepala BPN Kabupten Aceh Tamiang Ramli, SH,MH.
Kabag Humas Kabupten Aceh Tamiang Zuwani, S.ST, M.Si.
Para Camat dan Datuk Penghulu di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang
Para perwakilan perusahaan kelapa sawit Kabupten Aceh Tamiang

Sambutan Bupati Aceh Tamiang sebagai berikut
Sebagai komitmen lemerintah untuk pencapaian proteksi produksi dan atau pppi kompak perlu diketahui bahwa pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan collection atau kerjasama dengan Kanwil BPN Provinsi Aceh yakni akan men-share tifikasi 5000 lahan bagi petani kelapa sawit bagi petani kelapa sawit VSA atau daerah penghasil terverifikasi sering dengan program PSA tersebut.

Peningkatan pengetahuan para petani kelapa sawit juga sangat diperlukan guna meningkatkan produksi pendapatan petani hal ini dapat dilakukan melalui penyuluhan kepada petani seperti pelatihan budidaya yang baik sesuai dengan konsep pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan melalui program sertifikasi lahan ini.

Diharapkan kedepannya tidak ada lagi konflik lahan antara masyarakat dengan masyarakat terhadap perusahaan dan masyarakat dengan pemerintah dengan adanya sertifikat lahan kebun bagi petani kelapa sawit dapat meningkatkan penghasilan petani melalui program sertifikasi ISPO dan RSPO begitu juga dengan para perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di wilayah kabupaten Aceh Tamiang agar dapat berperan aktif dan ikut serta pada program PSA guna pencapaian Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah sumber terverifikasi atau Vesa dapat terealisasi dengan baik dan berterima kasih kami ucapkan kepada FKL dan IDH yang telah memberikan kontribusi yang begitu besar dalam menjalankan program PSA bersama dengan pupuk di Aceh Tamiang.

Penandatangan MoU Serifikasi 5.000 lahan petani kelapa sawit.

Sambutan dan arahan Kanwil BPN Prov. Aceh sebagai berikut

Program sertifikasi lahan kelapa sawit di Indonesia adalah salah satu Provinsi Aceh yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan apabila program ini dapat kita lakukan setiap tahunya dengan baik Kabupaten Aceh Tamiang akan mendapatkan penangan tercepat dalam pemerahan lahan sawit.

Pemetaan lahan sawit nantinya akan mengajak seluruh pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sampai tingkat ke paling bawah yaitu Datok serta perangkatnya sehinggah tidak ada lahan yang sudah memliki dokumen dan lahan yang masuk dalam kawasan hutan program hijau tidak dapat melakukan pendaftaran kembali dalam program sertifikasi nanti.

Terwujudnya program ini dapat terciptanya kerangka daya saing daerah dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan Kepala Kanwil Provinsi Aceh yang telah memfasilitasi program sertifikasi lahan bagi petani kelapa sawit di Aceh Tamiang.

Acara penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) dalam rangka program sertifikasi lahan petani berkelanjutan selesai jam 11.15 WIB berjalan aman dan tertib.

Tujuan penendatanganan MOU program sertifikasi lahan perkebunan kelapa sawit bagi masyarakat yaitu agar tidak terjadi konflik antara sesama masyarakat dan masyarakat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang

Meningkat kualitas kelapa sawit dan harga kelapa sawit agar meningkat sehingga dapat mensejahterakan masyarakat dengan program kerja sama dengan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oli) dan RSPO ( Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Reporter : jon

Publisher : dimas

REKOMENDASI UNTUK ANDA