oleh

Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Bekasi Dukung PTM

BEKASI || Bratapos.com-Mulai tanggal 06 September 2021 Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam dunia pendidikan.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi Dr. Lydia Fransisca Fraksi Partai Gerindra, dirinya mengatakan pro dan kontra dalam program PTM tersebut.

“Sebenarnya kalau mengenai PTM, antara setuju dan tidak setuju pasti memang mengalami pro dan kontra ya, jadi dari segi orang tua wali murid pundan saya tahu kekhawatirannya seperti apa, namun ada juga orang tua yang mendukung program agar segera dilakukan PTM. Karena, mungkin mereka terkendala oleh kesibukan atau dengan kuotanya, kemudian tidak adanya alat komunikasi yang biasa digunakan untuk proses belajar daring dan lainnya, karena kemampuan orang tua anak ini kan beda-beda,”ujarnya. Selasa (07/09/2021) via telepon selularnya.

Dikatakan Lydia, sebenarnya dari PTM ini banyak permasalahan yang seharusnya pemerintah daerah bisa memberikan solusi.

“PTM ini sebenarnya suatu permasalahan yang seharusnya pemerintah daerah bisa memberikan solusinya. Dan kita juga tahu pemerintah telah membuat simulasi, kalau memmang akan dilakukan PTM ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi oleh pihak penyelenggara, yaitu sekolah,”ungkap Lydia Fransisca

“Seperti misalnya mereka harus mematuhi protokol kesehatan, dan juga harus dipastikan tenaga pengajar disana sudah menerima vaksin, kemudian juga sudah menyiapkan jaga jarak untuk siswa, krena kita tahu sebelumnya kan satu kelas bisa mencapai 40 sampai 50 siswa. Nah jika kita masih bersahabat dengan covid, tidak mungkin pihak sekolah melakukan metode yang sama, otomatis ada langkah yang harus diambil agar siswa nyaman dalam proses belajar, tidak mengganggu kesehatan. Memang sebenarnya masih tangtangan, tapi jika pihak sekolah itu siap dan dapat memenuhi persyaratan, saya rasa kita harus apresiasi walaupun nanti dari segi orang tua anak juga harus diberi pengarahan, karena kita hidup di era newnormal. Jadi harus sosialisasi, persyaratan harus dipenuhi, kemudian komitmen dari orang tua mendukung PTM ini menurut saya harus berkolaborasi dengan baik, untuk mendukung terlaksananya PTM terbatas,” tambahnya.

Sebenarnya, kata dia (Lydia) Covid-19 bukan hanya menimpa Kabupaten Bekasi dan Indonesia, bahkan hampir seluruh Dunia.

“Covid ini hampir seluruh Dunia, dan kita juga sedang berjuang untuk bisa menghadapi newnormal, sampai dengan ditemukannya obat yang memang cukup efektif untuk menanggulangi covid itu, sampai dengan saat ini kan vaksin juga belum bisa memastikan seseorang tidak akan positif covid. Jadi sudah 2tahun kalau kita menunggu sampai covid ini selesai, dan tidak pernah ada orang yang bisa menjamin kapan selesainya covid, jadi menurut saya cara yang paling efektif adalah bersahabat dengan covid itu sendiri, supaya setiap kegiatan, pelaksanaan yang berhubungan dengan peningkatan daya indexs pembangunan manusianya juga bisa berjalan,”jelasnya.

Dirinya juga mendukung jika harus dilakukan PTM.

“Sebenarnya saya mendukung jika harus dilakukan PTM, karena mengingat Bekasi ini juga salahsatu daerah yang harus berjuang untuk menetral jumah kemiskinan. Jangan kan seperti itu, untuk bisa punya sekolah merata diseluruh kecamatan pun kita belum ada gitu loh, jadi jumlah sekolah di Kabupaten Bekasi pun belum mumpuni untuk bisa menampung seluruh siswa yang ada di Kabupaten Bekasi. Jumlah penduduk di Kabupaten Bekasi juga cukup tinggi, sedangkan kebutuhan terhadap pasilitas pendidikan, kesehatan juga cukup tinggi, jadi menurut saya itu yang harus kita coba selesaikan satu persatu. Sekarang kalau kita tidak mulai dari PTM, otomatis juga anak-anak kesulitan untuk bisa punya kapasitas,”tutup Lydia.

Reporter : zw
Publisher : Brata Pos Jabar

REKOMENDASI UNTUK ANDA