oleh

PMKB Minta Polda Maluku Tangkap Pemilik Tong, Rendaman dan Penyuplai Mercury

AMBON, Bratapos.com– Pergerakan Mahasiswa Kabupaten Buru (PMKB) melakukan Aksi terkait persoalan tambang emas ilegal Gunung Botak.

“Aksi tersebut merupakan kajian dan informasi yang Mahasiswa PMKB dapat, bahwa selama ini para oknum penambang ilegal masih melakukan aktivitas dengan cara rendaman maupun tong,” kata Koordinasi Aksi, Adi Lamangga kepada Bratapos.

Mereka menduga Aktifitas tambang emas ilegal Gunung Botak ada keterlibatan oknum anggota, karena rendaman yang beroperasi di sungai Wamsait jalur A dan B, Dusun Wamsait, Desa Dafa, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru Provinsi Maluku, masih terus beraktifitas.

Olehnya itu kami lakukan aksi supaya Polda Maluku bisa menindak tegas Oknum anggotanya yang terlibat dalam Aktifitas tambang emas ilegal Gunung Botak, tutup korlap.

Lanjut dia bahwa aksi yang kami lakukan di depan Gong perdamaiyan Kota Ambon jam 11.15.WIT itu murni, tidak ada tendensi apapun.kami hanya menyampaikan Aspiras kepada Kapolda Maluku dan pemerintah Provinsi Maluku katanya.selesai orasi selang beberapa jam, kami berjalan kaki menuju Polda Maluku untuk menyampaikan tuntutan kami PMKB Kabupaten Buru kepada Kapolda Maluku.

Sesampainya di Polda Maluku Massa aksi di minta untuk Audensi lansung dengan Kabid Humas Polda Maluku, Muhamad Roem Ohoirat.

Dari situ mereka mendelegasikan 4 orang untuk Audensi dengan Kabid Humas Polda Maluku, dalam audensi tersebut, masa aksi yang juga korlap PMKB meminta agar pemilik tong dan rendaman harus di tangkap.

“Karena sejauh ini informasi yang kami dapat, Polres Buru hanya mem-police line, tong yang terdapat di Desa Wabloi kecamatan Lolongguba namun tong yang berlokasi pada Dusun Tana Merah Desa Waetina,Kecamatan Waelata yang di duga dikelola oleh Andre yang merupakan warga Desa Waelo, Kecamatan Waelata. Tidak tersentuh oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Waeapo maupun Polres Pulau Buru,” pungkas Adi kepada Kabid Humas Polda Maluku.

Korlap juga berjanji kalau pernyataan sikap tidak di tindaklanjuti oleh Kapolda Maluku maka kami akan lakukan aksi yang juga nanti di Polda Maluku.

Setelah selesai audensi masa aksi menyerahkan Peryataan sikap tuntutan aksi, yang di wakili oleh Adi Lamangga, kepada Kabid Humas Polda Maluku.

Di saat terima pernyataan sikap, Kabid Humas Polda Maluku berjanji mereka akan tidak lanjuti persolan tambang emas ilegal Gunung botak, “karena selama saya bertugas di Polda Maluku dari tahun 2016 sampai saat ini sudah banyak oknum yang terlibat langsung pada tambang emas Gunung botak yang di proses bahkan sampai ada yang di pecat,” katanya.

Olehnya itu ade-ade, saya sangat berterimakasih ade-ade mau hadir dan audensi dengan kami baik-baik, dan tak lupa juga ade-ade sudah patuhi Prokes Covid-19 yang di anjurkan oleh pemerintah, yaitu memakai masker dan menjaga jarak.

Pernyataan sikap ini akan saya sampaikan buat Bapak Kapolda Maluku langsung.ungkap Ohoirat.

Adapun bunyi pernyataan sikap pergerakan Mahasiswa Kabupaten Buru (PMKB) bahwa;

  • Meminta dan mendesak Kapolda Maluku untuk mencopot/Mengevaluasi Kapolres Pulau Buru,Kasat Reskrim,Kasat Intel, dan Kapolsek Waeapo.yang di duga membiarkan dan bekerjasama dengan Para penambang,pemilik tong,dan redaman pada kawasan dataran waeapo.
  • Meminta dan mendesak Kapolda Maluku Mengusut tuntas dan menangkap, Oknum-Oknum penambang yang mengunakan Bahan mercury berbahaya yang dapat merusakkan lingkungan di sekitar dataran Waeapo.
  • Meminta kepada Kapolda Maluku untuk Hukum dan proses Mafia penyuplai kimia beracun ( B3) Asam Cianida (Cn) dan Mercuri (Hg) ke Kabupaten Buru.
  • Meminta Kapolda Maluku hukum dan proses Mafia pembeli emas ilegal.
  • Meminta Kapolda Maluku menghentikan tambang emas ilegal Gunung botak dan tambang batuan ilegal.
  • Kami meminta Gubernur Maluku untuk secepatnya memproses perijinan tambang emas menjadi tambang rakyat.
  • Kami meminta agar TNI di libatkan penuh dalam penanganan tambang emas ilegal Gunung botak.

Reporter: S. Kaidupa

REKOMENDASI UNTUK ANDA