oleh

Melanggar PPKM Level 4, Puluhan Orang Ditest Swab Antigen 1 Oramg Positif

LUMAJANG, Bratapos.com- Selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 Covid 19 di Kabupaten Lumajang petugas gabungan Tim Covid Hunter TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, BPBD dan Dinas Kesehatan, terus menggencarkan operasi yustisi.

Operasi Yustisi melibatkan petugas gabungan tim Covid Hunter dilakukan di sejumlah tempat keramaian, seperti cafe, tempat makan dan lainnya.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan mendapati warga yang berkerumun, langsung didatangi dan ditest swab antigen.

Seperti kemarin malam, Kamis (22/7/2021), tim Covid Hunter melaksanakan patroli wilayah Kota Lumajang dan Kecamatan Sukodono mendapati sejumlah warung kopi dan cafe di kawasan Toga dan Veteran masih buka melewati batas pukul 20.00 WIB.

Saat itu pula, warga itu pun langsung diwajibkan mengikuti tes swab antigen ditempat oleh Tim Covid Hunter dan Dinas Kesehatan. Hasilnya sebanyak 20 orang dilakukan swab antigen, satu diantaranya hasilnya positif.

“Hasilnya ada satu orang dinyatakan positif Covid-19, langsung dibawa ke Aula BKD Lumajang untuk dilakukan karantina mandiri,” ujar Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta, Jumat (23/7/2021).

Kegiatan semacam itu, Lanjut dia, akan terus dilakukan hingga berakhirnya PPKM Level 4 sampai 25 Juli 2021.

“Saya ingatkan kepada masayarakat yang masih berada di luar berkumpul, berkerumun di warung kopi, cafe, apalagi melewati jam malam pukul 20.00 Wib, akan dilakukan swab Antigen,” terangnya.

Menurut Shinta, hal itu menjadi upaya memberikan efek jera kepada masyarakat, agar tidak seenaknya nongkrong dan berkerumun hingga abai protokol kesehatan.

“kami meminta kepada masyarakat Lumajang untuk mematuhi PPKM Level 4 yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah. Semua kegiatan ini sudah diatur dalam Intruksi Mendagri harus kita patuhi bersama,” katanya.

Ipda Andrias Shinta meminta agar warga terus melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, ada atau tidak ada petugas.

“Dengan begitu, penyebaran Covid-19 dapat tertangani dengan baik. Sebab, penanganan tersebut membutuhkan kerja keras bersama seluruh komponen termasuk masyarakat,” pungkasnya.

Reporter:Djaka Pratama.tim

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA