oleh

Reses Erwin Tanaya, Sosialisasi Vaksin Covid-19 Kepada Masyarakat Desa Waiperang

BURU, Bratapos.com– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Buru dari Partai Demokrat, Erwin Tanaya gelar reses pada Penutupan Masa Sidang ll (Dua) Tahun 2021 yang bertempat di Kantor Desa Waeperang, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, Kamis (8/7).

Kata Erwin Tanaya dari hasil reses ini, masukan dari masyarakat sangat bervariasi di antaranya pada bidang perikanan, pertanian, dan home industri.

“Kemudian ada beberapa masukan dari masyarkat Desa setempat terkait kegiatan program pemerintah yang tidak sempurna di bangun, seperti sepoteng,” katanya.

“Kenapa cuman hanya ada sepoteng saja yang di bangun, lalu kloset sama bangunan WC Umum di mana?” ungkapnya.

“Memang ini program Dinas PUPR Kabupaten Buru, saya juga sendiri belum tau, karena belum koordinasi sama dinas terkait. Nanti selesai reses baru kita koordinasi sama dinas terkait, kenapa ko bisa ada program setengah-setengah,” tutur Erwin.

Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Demokrat,
Edwin Tanaya. (Sarbin. K/bratapos.com)

Kemudian ada juga soal pertanian, kurang efektifnya dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sehinggah hasil pertanian itu tidak bisa menghasilkan hasil yang maksimal oleh petani setempat.

Dari tidak maksimalnya hasil pertanian masyarakat, akhirnya pendapatan mereka sangat kecil sekali, itu kendala yang hari ini saya dapat dari reses di Desa Waiperang.

Dan saya juga membantu untuk sosialisasikan terkait dengan program Vaksinasi Covid-19, setelah saya lakukan sosialisasi awal begitu banyak masyarakat yang tidak mau di vaksin, karena ada sebuah ketakutan dari Masyarakat Desa Waiperang.

“Karena Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas ketika Beta (saya) jelaskan dengan benar terkait vaksinasi, respon masyarakat sangat luar biasa. Jadi mereka yang hadir pada reses siang hari ini semuanya sudah sepakat bersedia untuk di vaksin,” katanya.

Kemudian yang kendala masyarakat di Desa Waiperang adalah masalah pembiayaan kalau harus turun vaksin ke Kota Namlea, itu biayanya cukup besar artinya transpor dari desa ke kota dan biaya lain, ini yang menjadi satu ‘PR’ juga buat Beta (Saya). Untuk mengkoordinasikan dengan gugus tugas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, agar dapat memfungsikan semua Puskesmas dan Pustu yang ada di desa-desa untuk vaksinasi.

Lalu ada juga untuk pencegahan, ketika masyarakat mengalami kondisi tubuh yang tidak sehat, misalnya ada batuk, flu,dan lemas, Beta (saya) sarankan, untuk masyarakat agar proaktif memeriksakan diri dengan melakukan proses pemeriksaan Antigen untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Di sini kendalanya biyaya ini juga akan saya sampaikan untuk bagaimana Antigen jangan ada yang bayar, kalau bisa, jangan cuman untuk yang brangkat saja, tetapi untuk pencegahan itupun harus di lakukan secara gratis,” ungkap Erwin Tanaya.

Hadir dalam reses tersebut,Pemerintah Desa Waiperang, Babinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Reporter: Sarbin K

REKOMENDASI UNTUK ANDA