oleh

Kompensasi Tak “Sesuai” Warga Tarik Portal

LUMAJANG, Bratapos.com- Kericuhan dampak dari muatan tambang pasir dan batuan bukan logam, terjadi pada Minggu 13 Juni 2021, di Dusun Gumukmas Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Jawa timur.

Awal kericuhan terjadi, saat Dum Truck (DT) bermuatan pasir yang di duga milik salah satu oknum Polisi diwilayah Hukum Polres Lumajang, tidak mau ditarik portal oleh masyarakat, sehingga muatannya dituang di tengah jalan desa Supiturang Ombo Kecamatan Pronojiwo.

“Awalnya Truck milik pak Polisi berhenti diportal dan menurunkan muatannya ditengah jalan terus ribut ribut, untung pak Polisi Segera datang,”Ujar salah seorang warga setempat yang melarang namanya untuk dimediakan.

Bukan berarti tidak beralasan, DT bermuatan pasir menuang muatannya ditengah jalan, ternyata ada pungutan sebesar Rp 15.000 (Lima belas ribu rupiah) yang dilakukan oleh warga setempat terhadap kendaraan bermuatan pasir dan batu setiap ritasenya.

“Biasanya warga yang terdampak mendapat uang kompensasi tiap bulan Rp 800 ribu, namun akhir-akhir ini cuma dikasih Rp 300 ribu, makanya warga yang terdampak turun jalan narik portal sendiri”, Terangnya.

Sementara Kepala Desa Supiturang Nurul Yakin Pribadi S.Pd., saat hendak dikonfirmasi Bratapos.com terkait masalah yang terjadi diwilayahnya, melalui Handphone miliknya hingga beberapa kali dihubungi tidak direspon.

Ditempat terpisah, Kapolsek Pronojiwo IPTU. Basuki Rachmad, S.H., saat dikonfirmasi mengatakan, jika pihaknya juga membenarkan bahwa mendapatkan informasi dari masyarakat adanya keributan antara warga dan sopir DT di wilayah Desa Supiturang, lebih jauh Kapolsek juga menjelaskan pokok permasalahannya terkait warga yang melakukan penarikan uang portal terhadap para sopir truck bermuatan pasir diluar kesepakatan.

“Benar mas, dipertigaan pancasila Dusun Gumukmas Desa Supiturang ada sedikit ribut sopir dengan beberapa warga, karena para sopir DT diportal Rp 15000,”Ujar Kapolsek.

Akibat keributan tersebut, dipimpin Kapolsek Pronojiwo IPTU Basuki Rachmad, pihaknya langsung mengamankan 5 orang warga setempat yang diduga sebagai pemicu keributan tersebut.

“Ada 5 orang warga yang kami amankan untuk dimintai keterangan, dan kami berlakukan wajib lapor seminggu 2 kali,”tandasnya.

Disinggung soal DT yang menuang muatannya ditengah jalan, adalah milik salah seorang oknum Polisi, Basuki Rachmad mengatakan tidak tahu menahu soal hal tersebut, dirinya diback up Satreskrim Polres Lumajang lebih fokus terhadap penanganan keributan yang menjadikan keresahan terhadap para penambang dan masyarakat.

“Kami diback up Satreskrim Polres Lumajang lebih fokus dalam menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat”, Pungkasnya.

Reporter: Bratapos ( tim )

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA