oleh

Dilarang Takbir Keliling, “Khotbah & Baca Surat Sholat” Minimal Durasi 7 Menit

Last updated : Selasa, 11 Mei 2021, 16:20 WIB

LUMAJANG, Bratapos.com- Terkait penyelenggaraan Sholat Idul Fitri tahun 1442 H/2021, yang masih dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, Kapolres Lumajang AKBP. Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.S.i menyampaikan Surat Edaran dari Gubernur Jatim Nomor 451/10180/012.1/2021 tanggal 10 Mei 2021.

“Dalam isi surat edaran, apabila wilayah kota ataupun kabupaten berada di zona orange maka hanya 15 % untuk kapasitas masjid. Dan wilayah kuning 50 % untuk jumlah jama’ahnya dalam masjid tersebut,” Ujar Kapolres Selasa, (11/5/2021)

Selain itu, untuk seluruh masjid harus di pasang himbauan tentang protokol kesehatan.

“Takmir masjid diwajibkan melakukan tindakan tindakan protokol kesehatan di saat hari H pelaksanaan Shalat Idul Firi di Masjid,”Tambah AKBP Eka Yekti.

Lebih jauh Kapolres juga menjelaskan, bahwa dalam pelaksanaan malam takbir keliling kini ditiadakan, baik itu memakai kendaraan bermotor saat konvoi, dan jalan kaki.

“Yang sifatnya kegiatan keliling ditiadakan, jadi pelaksanaan takbir hanya dilakukan di dalam masjid, itupun dengan pembatasan jumlah jama’ah yang ada di dalam masjid,”imbuhnya.

Sedangkan untuk sound system untuk di gunakan pelaksanaan takbir juga dibatasi internal masjid dengan menggunakan sound dalam, bukan sound system luar, karena nantinya bisa menimbulkan kerumunan.

“Jadi pelaksanaan takbir di masing-masing masjid menggunakan sound system dalam masjid,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq, juga menyampaikan, bahwa pihaknya telah mengatakan serta menyampaikan atas pelaksanaan Sholat Idul Fitri setelah rapat koordinasi bersama Forkopimda Lumajang, Senin (10/5/2021).

Dimana dirinya mengatakan, bahwa warga masyarakat boleh melaksanakan shalat Idul Fitri dengan menggunakan musholla atau tempat terbuka.

“Supaya masjid dapat melaksanakan sholat idul fitri sesuai dengan kapasitas protokol kesehatan dan pelaksanaannya tertib,”terangnya.

Thoriqul Haq menegaskan, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama dan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur, pelaksanaan Sholat Idul Fitri diharapkan untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan, yakni dengan kapasitas 50%. Penggunaan masker dan membawa peralatan ibadah pribadi juga dianjurkan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Untuk pelaksanaan Idul Fitri segera akan dikeluarkan surat edaran, yang intinya dari surat edaran nantinya akan memberikan himbauan bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri kita imbau patuh terhadap protokol kesehatan,”ujarnya.

Sementara itu H. Achmad Hanif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lumajang menghimbau untuk warga masyarakat menggunakan mushola sebagai tempat penyelenggaraan Sholat Idul Fitri. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri diharapkan diselenggarakan dalam jangka waktu yang singkat dan tidak diperkenankan berjabat tangan setelah sholat.

“Khotbah dan sholat diharapkan durasinya pendek, khotbah kami harapkan 7 menit, tapi syarat dan hukumnya diharapkan dipenuhi, juga pelaksanaan sholatpun demikian, bacaan sholat menggunakan bacaan surat pendek,”imbaunya.

Paur Subbag Humas Polres Lumajang Ipda Andrias Shinta menjelaskan, bahwa Polri siap mengamankan dan mengawasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 H.

“Pelaksanaan Sholat Idul Fitri kita amankan dan awasi penerapan prokesnya, kapasitas ruangan harus betul-betuk di perhatikan, semua jamaah wajib memakai masker, jaga jarak, tidak berjabat tangan dan disediakan tempat cuci tangan,”jelas Ipda Andrias Shinta, Selasa (11/5/2021).

Untuk pelaksanaan takbir sendiri pihaknya akan menerjunkan personelnya di malam takbir, dipastikan tak ada takbir keliling, takbir harus sesuai dengan SE Menag RI dan Gubernur Jatim.

“Sejauh ini sudah kita sosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media sosial, online dan elektronik serta para bhabinkamtibmas, bahkan juga langsung ke masyarakat terkait Surat Edaran ini.” pungkasnya.

Reporter: Bratapos (tim)

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA