oleh

“Bandel”, Fasum Dan Fasos Dimanfaatkan Pihak Luar, Warga Perumnas Bersama

Last updated : Minggu, 09 Mei 2021, 15:45 WIB

GRESIK, Bratapos.com. Tak kunjung ada kejelasan fasilitas umum – fasilitas sosial (Fasum-fasos). Warga perumahan nasional (Perumnas) Kota Baru Driyerejo (KBD) Gresik, bersama manajemen Perumnas, memasang spanduk ukuran raksasa. Pemasangan sepanduk itu, tentang larangan memanfaatkan fasilitas umum – fasilitas sosial (Fasum-fasos) di Kawasan KBD, Sabtu (8/5/2021).

Pemasangan spanduk tersebut atas dorongan warga. Sebab diduga ada pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) untuk kepentingan kelompok Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo-Gresik.

Spanduk berukuran 3 X 6 meter tersebut bertuliskan ‘Fasum-fasos RTH dan Taman Perumnas Kota Baru Driyorejo dilarang mendirikan bangunan dan kegiatan dalam bentuk apapun, tanpa seijin pihak terkait’.

“Warga menginginkan fasum dan fasos dikembalikan seperti semula ke Perumnas, sehingga warga bisa mendapatkan haknya,” kata sekretaris koordinator rukun warga Perumnas KBD Sutito M Widjoyo, yang akrap disapa Tito.

Lebih lanjut Tito, mengatakan, warga selaku konsumen sangat membutuhkan fasum dan fasos untuk kehidupan bersosial sehari-hari. Namun, faktanya fasum dan fasos dikelola oknum untuk kepentingan golongannya.

“Atas nama Bumdes, oknum tersebut diduga menyewakan ruang terbuka hijau menjadi sentral tanaman hias. Ada juga menjadi sentral kuliner. Namun, fasum dan fasos tersebut, diharapkan oleh konsumen Perum Perumnas untuk kepentingan umum, bukan dikomersilkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Tito mengatakan, warga kaget melihat surat pernyataan Kepala Desa Petiken, yang isinya tentang penataan PKL dan kebersihan lingkungan di pintu masuk Perum Perumnas KBD.

“Izinnya penataan PKL, tapi faktanya menguasai fasum dan fasos dan disewa-sewakan untuk tanaman hias dan sentra kuliner,” katanya.

Sementara, Kepala Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Mardi Utomo, mengatakan, warga yang mana yang mempermasalahkan Fasum-fasos Perumnas KBD. Sebab yang tinggal di Perumnas KBD sebanyak 20.000 ribu lebih.

“Aspirasi yang mana ini, sebab 20.000 ribu lebih konsumen berada di wilayah kami,” kata Mardi Utomo melalui pesan singkat whatsapp kepada wartawan.

Pewarta: Jamal
Publish: Dimas

REKOMENDASI UNTUK ANDA