oleh

Diduga Kayu Ilegal Dan Tak Miliki Izin Lengkap, APH Minta Bertindak Tegas

Last updated : Jumat, 07 Mei 2021, 19:18 WIB

Tanjung Balai, Bratapos.com – Sesuai dengan aturan dan peraturan tentang tindak pidana illegal logging menurut Undang-undang No. 41 Tahun 1999, “tentang kehutanan dirumuskan dalam Pasal 50 dan ketentuan pidana diatur dalam Pasal 78 yang menjadi dasar adanya perbuatan illegal logging adalah karena adanya kerusakan hutan”.

Sebagaimana keterangan yang dijelaskan tentang “Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu yang selanjutnya disingkat IUIPHHK adalah izin untuk mengolah kayu bulat dan/atau kayu bahan baku serpih menjadi barang setengah jadi atau barang jadi pada lokasi tertentu yang diberikan kepada satu pemegang izin oleh pejabat yang berwenang.

Namun dalam hal tersebut, terlihat bahwa di Desa Sei Jawi Jawi Dusun III Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan ada tumpukan kayu keras berjenis Haloban yang diduga ilegal.

tumpukan kayu Haloban

Melihat tumpukan kayu Haloban tersebut membuat para awak media menjadi penasaran dan mencoba mencari tahu siapa pemiliknya. Dan pada saat awak media bertanya kepada masyarakat sekitar, masyarakat menjelaskan bahwa kayu Haloban itu baru sekali ini masuknya dan itu yang kami ketahui setau kami juga pemilik nya bernama Pak Ali, tutur warga setempat.

Selanjutnya para awak media datang ke lokasi tempat tumpukan kayu Haloban tersebut dan langsung bertemu dengan pemiliknya, pada saat awak media mengkonfirmasi pemilik nya dan bertanya terkait izin usaha kayu Haloban itu namun si pengusaha tidak dapat menunjukkan kelengkapan berkas izin usaha kayu serta tidak dapat menjelaskan kronologis tentang kelengkapan izin kayu usaha kayu rakyat.

Kendati sedemikian si pengusaha hanya menunjukkan ke awak media surat selembar dari Kepala Desa Sei Jawi Jawi terkait izin usahanya dengan menerangkan, “Surat Keterangan Berusaha, atas nama pemilik Ali Amansyah Putra Lubis dengan usaha pokok Panglong UD Mandiri ( Berjualan alat dan bahan bangunan) dan nota angkut yang tidak dibarengi keterangan lampiran lain dan stempel pemilik.

Kemudian awak media mempertanyakan kepada Pak Ali tentang TPKRT ( Tempat Penimbunan Kayu Rakyat Terdaftar) dan Akta Pendirian Usaha Dagang serta kelengkapan berkas lain nya, Ali bingung menjawab dan mengatakan “Saya minta maaf Pak dan saya tidak memahami sampai kesana, saya juga tidak faham apa itu TPKRT dan saya hanya memiliki surat dari Kepala Desa saya saja”, Jum’at 7/5/2021 sekitar pukul 16.00 Wib.

Setelah selesai konfirmasi dan disaat awak media mau beranjak pergi dari lokasi, Ali berjanji kepada awak media untuk tidak memasukkan kayu Haloban lagi sebelum melengkapi berkas izin usaha kayu nya dan jika iya ingkar maka awak media akan laporkan Ali kepihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti.

Reporter : Irwansyah

Publisher : Tim Bratapos

REKOMENDASI UNTUK ANDA