oleh

Sambut Idul Fitri 1442 H, Kapolres Tanjungbalai Gelar Apel Pasukan Ketupat Toba

Tanjung Balai, Bratapos.com – Pada hari Rabu tanggal 05 Mei 2021pukul 08.30 Wib, di Lapangan Apel Mapolres Tanjungbalai telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2021 dengan tema, “Melalui apel gelar pasukan operasi ketupat Toba-2021, kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan idul fitri 1442 H di wilayah Kota Tanjungbalai”.

Dalam gelar apel tersebut langsung dipimpin oleh Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K.,M.H dan selaku Komandan Apel Iptu E. Simanjuntak serta turut dihadiri yang mewakili Walikota Tanjungbalai Ibu Nurmalini Asisten I Pemko Tanjungbalai, mewakili Dandim 0208/AS Mayor Inf. Indra Bekti, Wakil Ketua DPRD Tanjungbalai Syahrial Bakti, Wakapolres Tanjungbalai H. Kompol Jumanto SH. MH, mewakili KSOP Syahbandar O. Naibaho, Danki Brimob Kompi 3/B AKP Abdul Hakim Harahap, Danramil 17 Kapten Inf. T. Lumban Raja, mewakili Kepala Kantor Bea dan Cukai Teluk Nibung Kepala seksi PKCDT Jimmy Benny Simatupang, Kadis Perhubungan Pemko Tanjungbalai Elvandia dan para PJU Polres Tanjungbalai.

Kemudian dalam gelar apel itu terlihat dari barisan TNI AL, barisan TNI AD, barisan BRIMOB POLRI, barisan Satpolair Tanjungbalai, barisan Sat Sabhara, barisan Sat Lantas, barisan Gabungan Staf Polres, barisan Polsek Jajaran, barisan Sat Intelkam, Reskrim, Narkoba dan barisan Dishub.

Sebelum menggelar apel, terlebih dahulu dilakukan tertib acara, adapun tertib acara tersebut yaitu, Komandan Apel memasuki lapangan, laporan Perwira Apel kepada Pimpinan Apel, Pimpinan Apel memasuki lapangan Apel, penghormatan pasukan, laporan Komandan Apel kepada Pimpinan Apel dilanjutkan pemeriksaan pasukan dan Penyematan Pita Tanda Operasi kepada (Perwakilan mengambil tempat dan laporan)

Selanjutnya pimpinan Apel membaca amanat Kapolri yang dibacakan langsung didepan peserta Apel, yang mana amanat tersebut bertuliskan, “Menginjak tahun 2021 kita telah dihadapkan oleh berbagai permasalahan yang terjadi di indonesia, baik dari permasalahan penanganan Covid-19, pengamanan tahapan pilkada tahun 2020 yang masih menyisakan beberapa agenda maupun aksi krminalitas, aksi terorisme, hingga bencana alam, syukur alhamdulilah penanganan terhadap permasalahan tersebut dapat berjalan dengan baik meskipun belum dapat dikatakan sempurna, hal ini berkat kerjasama seluruh masyarakat indonesia dan sinergisitas kementerian atau lembaga terkait”.

“Pada hari ini kita melaksanakan Apel gelar pasukan di masa pandemi Covid-19, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi “ketupat-2021” dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1442 h/2021, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana serta keterlibatan unsur terkait seperti tni, pemda, dan mitra kamtibmas lainnya. Mengingat masih dalam situasi pandemi covid-19, keterlibatan pasukan dalam apel kali ini memang sengaja tidak terlalu besar namun diharapkan sudah mewakili semua unsur yang terlibat dalam operasi sehingga kita dapat menilai kesiapsiagaanya”, tambah nya lagi.

“Rencana operasi ketupat-2021 dalam rangka pengamanan idul fitri 1442 h/2021 yang disusun oleh mabes polri dan ditindaklanjuti seluruh jajaran telah dipersiapkan, baik dari perkiraan ancaman, cara bertindak dan penggelaran personel, sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaannya, untuk memberikan jaminan keamanan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa ramadhan dan hari raya idul fitri 1442 h dengan aman, nyaman, tertib dan lancar di tengah suasana pandemi covid-19 yang masih melanda. Berbagai kesiapan tentunya sudah dibuat oleh masing-masing kementerian dan lembaga terkait maupun oleh jajaran kepolisian”.

“Tahun 2021 pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik bagi seluruh masyarakat pada tanggal 6 sampai dengan 17 mei 2021, ini adalah tahun kedua dimana pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melarang warga masyarakat melakukan perjalanan mudik pada libur hari raya idul fitri, karena situasi pandemi Covid-19”.

“Kita menyadari bahwa larangan pemerintah ini tidak serta merta dipatuhi masyarakat, sehingga potensi pergerakan orang untuk melakukan perjalanan mudik masih cukup tinggi. Hasil survey kementerian perhubungan terhadap masyarakat apabila pemerintah tidak melarang mudik maka akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang namun apabila pemerintah melarang mudik, masih akan terjadi pergerakan orang melakukan perjalanan mudik sebesar 27,6 juta orang atau 11%”.

“Pengalaman tahun lalu berbagai modus dilakukan masyarakat untuk mengelabuli petugas agar dapat lolos sampai di tempat tujuan mudik. Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi kita dan lebih utama lagi begitu tinggi niat serta gigihnya masyarakat agar dapat melakukan perjalanan mudik, sehingga perlu antisipasi dan kesiapan petugas”.

“Operasi ketupat-2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 17 mei 2021 dengan mengedepankan kegiatan pencegahan didukung deteksi dini dan penegakan hukum dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1442 h dan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 sehingga masyarakat dapat merayakan idul fitri dengan rasa aman dan nyaman”.

“Dalam pelaksanaan operasi ketupat-2021, akan melibatkan 90.592 personel polri, 11.533 personel tni serta 52.880 personel instansi terkait lainnya yang terdiri dari satuan polisi pamong praja, dinas perhubungan, dinas kesehatan, pramuka, jasa raharja, dan lain lain”.

“Personel tersebut akan ditempatkan pada 333 pos penyekatan untuk mengantisipasi terhadap warga masyarakat yang masih nekat akan melaksanakan perjalanan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas dan 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata, dan lain lain”.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi operasi ketupat tahun 2020, gangguan kamtibmas secara umum termasuk curat dan curas mengalami kenaikan sedangkan untuk kasus-kasus yang meresahkan masyarakat lainnya seperti curas bersenpi, curanmor, anirat, mengalami penurunan demikian juga kecelakaan dan pelanggaran lalu-lintas juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Namun sedemikian personil Tanjungbalai yang diturunkan dalam gelar operasional Patuh Toba 2021 berjumlah 170 orang dimana sebanyak 42 orang dari Polres Tanjungbalai sedangkan lainnya yakni TNI AD, TNI, Brimob, Dishub, Dinkes dan Sat Pol PP.

Reporter : Irwansyah

Publisher : Tim Bratapos

REKOMENDASI UNTUK ANDA