oleh

Rapat Koordinasi Forkopimda Malang Raya Pelaksanaan Operasi Ketupat Dan Penyekatan Larangan Mudik

MALANG, Bratapos.com – Dilaksanakan rapat koordinasi terkait pelaksanaan operasi ketupat dan penyekatan larangan mudik Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di wilayah Kabupaten Malang, bertempat di Pendopo Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan di ikuti oleh 150 Undangan. Selasa (04/5/2021) pagi.

Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Bupati Malang Drs. H. Sanusi, Letkol Inf Yusub Dody Sandra Dandim 0818 Malang-Batu, Kompol Suharsono Waka Polres Batu Mewakili Kapolres Batu, Drs. Suwadji Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Julianta Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kab Malang, R. Lukito Adi N UPT LLAJ Malang Prov Jatim.

Serta Kompol Hegy Renanta Koswara Kabag Ops Res Malang, AKP Nono Sugiono Pasiops Satbrimobda Malang, Kapten Inf. Mukasiril Pasiops Kodim 0818 Malang – Batu, Kapten Chb. Kacung Kasiintel Kodim 0818 Malang – Batu, AKP Agung Fitransyah Kasat Lantas Polres Malang, AKP Kusmindar Kasat Sabhara Res Malang, Asisten Sekda dan Staf Ahli Bupati Pemkab Malang, Kepala OPD yaitu Kepala Bagian, Kepala Dinas, Kepala Badan Pemkab Malang dan jajarannya.

Kabib Lalulintas Dishub Kabupaten Malang I.G.N.P Djulianta memaparkan,larangan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

“Yang dilakukan Dishub Kabupaten Malang yakni kesiapan Dishub, pemantau arus Lalin, peralatan pendukung Dishub, persiapan dan pelaksanaan,” terangnya.

“Penjemputan PMI asal Kabupaten Malang yang sudah dilaksankan pada tanggal 30/04/21 untuk sementara sudah 127 orang, terkait Dokumen PMI yang ditanggani oleh Disnaker serta di bantu instasi yang berkaitan,” imbuhnya.

Dalam sambutanya, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Yusuf Dody Sandra, S.Ip., M.I Pol.enyampaikan, hari ini kita melaksanakan kegiatan rapat koordinasi terkait pelaksanaan Operasi Ketupat dan Penyekatan Larangan Mudik Idul Fitri 1442 H tahun 2021 di Wilayah Kabupaten Malang.

Ditambahkan oleh Yusuf, kondisi Negara lain yang mengatakan sebagai berikut, mengkhawatirkan nerupakan salah satu alasan pengetatan pertemuan masalah rendahnya tingkat melaporkan kenaikannya Covid-19 dalam 20 jam dan salah satunya alasan mengapa tidak tiadakan Mudik tahun 2021.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
mengatakan pertemuan massal rendahnya tingkat Vaksinasi dan Varian baru Virus Corona yang ganas menyebabkan kasus Covid – 18 di india melonjak. Data 1 Mei 2021 Pemerintah melaporkan kenaikan Covid – 19 dalam 20 jam terakhir menjadi 19,5 juta jiwa meninggal menjadi 215.000 juta jiwa meninggal,” jelasnya.

Menurutnya, Tsunami Covid 19 di India menyebabkan ruang perawatan melonjak tidak mencukupi, kremasi melonjak tiada henti gara-gara berkumpul di acara riktual.

Perkembangan di wilayah indonesia yang ada beberapa wilayah Kabupaten/Kota. Proses pelacakan kontak Na (Kasus) serta penyebaran Covid – 19 di Kabupaten Malang

PMI yang di wilayah Jatim 3.150 orang yang sudah di laksanakan Swab dengan Hasil Negatif kemudian di pulangkan ke wilayah masing-masing setelah melaksanakan isolasi

Tahapan Isolasi yang dilaksanakan isolasi di Prov,Kab kemudian di daerah asal PMI. Kebijakan larangan mudik lebaran pada tahun 2021/1442 H Berkaca pengalaman pada tahun kemarin

Langkah dan upaya penekan Covid-19 Optimalkan PPKM mikro ditingkat Rt/Rw/Desa. Memperketat pengawasan ruang Publik dalam rangka menegakan prokes 5 M serta pengawasan di dalam pelaksnaan Ibadah dan giat Idul Fitri

Kesimpulan, langkah dan upaya menekan Covid-19 serta edukasi larangan mudik pada masyarakat serta sinergitas semua pihak sebagai berikut, Pemerintah Sosialisasi dan Informasi yang masif dan menyeluruh dari pemerintah pusat dan daerah untuk mematuhi 5 M dan pelarangan mudik.

Selain itu, lanjut dia, peran orang tua untuk
memberikan pengertian kepada anaknya agar menahan diri untuk mudik serta patuh 5 M.

“Kesadaran pemudik untuk menahan diri pulang ke kampung halaman demi kebaikan bersama terutama sangat beresiko khususnya bagi para lanjut usia di kampung halaman,” tandasnya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, S.I.K.,M.H. menyampaikan, terima kasih kepada Bupati Malang, Ndan Dim Malang Batu di Pendopo Kabupaten Malang dalam kegiatan Rakor pagi ini.

Penyekatan dalam kegiatan pagi hari ini kita semua akan terlibat secara aktif pengamanan yaitu penyekatan dalam anjuran pemerintah larangan mudik. Dalam pelaksanaan ini yang utama TNI, Polri Dishub dan dibantu unsur lainnya yang membantu dalam Oprasi tersebut.

Perkembangan Covid 19 ini pada dasarnya di dalam negri kenaikan kasus Covid 19 hampir merata di seluruh indonesia. Ada 10 Provinsi yang kenaikan Covid 19 Signifikan dan di tegur langsung oleh Bapak Presiden mengingat banyak sekali peningkatan yang signifikan.

Contoh penyebaran covid 19 yang sangat signifikan adalah kejadian yang sangat banyak 400 rb orang dan meninggal lebih dari 3 ribu lebih setiap harinya adalah negara India.

Latar belakang adanya dalam pelaksanaan Ops Lebaran ini dalam penanganan penekanan penyebaran Covid 19 mengingat Acara keagamaan ini banyak sekali tradisi Mudik yang nantinya dapat menyebarkan Virus Covid 19 ini.

Timeline pada tgl 25 April 2021 sampai tgl 5 Mei 2021 Polres Malang telah melaksanakan penyuluhan dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan mudik lebaran.

Pada hari Rabu tgl 5 mei 2021 kita akan apel gelar pasukan dalam melaksanakan Oprasi Ketupat dan akan memaparkan secara teknis pelaksanaan Penyekatan Pemudik.

Kerawanan ada 3 Faktor yaitu sebelum, saat pelaksanaan dan setelah pelaksanaan kegiatan hari raya idhul fitri. Sasaran dan targetnya adalah dengan fokus kepada orang dg pemeriksaan KTP yang tidak beralamatkan Kab. Malang dll akan di putar balikan.

Terkait Oprasi sasaran nanti kita laksanakan rakor bersama pengelola wisata, tempat hiburan dalam pelaksanaan nanti. Kegiatan masyarakat adalah atensi utama kita dalam pengamanan kegiatan nanti.

Cara bertindak dalam pelaksanaan Ops Ketupat yaitu sebelum Oprasi 25 April 2021 s.d 5 Mei 2021, selama Oprasi 6 s.d 17 Mei 2021, setelah Oprasi 18 s.d 24 Mei 2021.

Dalam tanggap bencana saat kita masih melaksanakan siaga tanggap bencana mengingatYg situasi saat ini masih pasca terjadinya bencana gempa. Dimohon kepada Kepada Dinas Kesehatan untuk membantu menyediakan rapid anti gen pada Posko Penyekatan.

Cara bertindak penyekatan antara lain, tanggal 25 April – 5 Mei 2021 pengetatan Mudik, tanggal 6 – 17 Mei peniadaan Mudik dan tanggal 18 – 24 Mei Pengetatan Arus Mudik.

Hal yang diperbolehkan aturan mudik bagi Aparatur pemerintah dg membawa surat Keterangan atau surat jalan dari masing instansi, keluarga yang akan menjenguk keluarga sakit keras, Ibu Hamil yang akan melahirkan.

Kuat personil pengamanan dalam Oprasi Ketupat antara sebanyak 391 Personil dg pola penjagaan 8 Jam. Ada 20 Pos Pam dg rincian 5 Pos Chek Poin pintu tol, 3 Pos Pelayanan, 7 Posko Mudik Observasi (Stasiun,Terminal dan Bandara) , 5 Pos Chek Poin Mandiri yaitu di jalur Tikus yang di lewati oleh pemudik.

Penyampaian Cara bertindak di Pos Chek Poin, Pospam dan Pos Yan, Pos Mudik Observasi, Pos Chek Poin Mandiri. Nanti dalam Pos Pos tersebut akan ada CCTV yang akan terhubung di Pos Pam Induk dengan tujuan pemasangan CCTV untuk mempermudah pemantauan Pos pos Tersebut.

“Agar tingkat muspika dapat melaksanakan Rapat Koordinasi di setiap wilayah untuk pelaksanaan Ops Ketupat terutama wilayahnya yg ada Pos Mudik Mandiri dan Pos Pos Lainnya. Agar nanti segera di sosialisasikan kepada anggota dalam pelaksanaan Ops Ketupat ini mengingat kegiatan kita yang cukup banyak,” jelas Kapolres Malang mengakhiri sambutanya.

Wakapolres Batu Kompol Suharsono, S.H. mengatakan, kami hanya menambahkan yang berada di 3 Tempat atau wilayah Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang dan Kecamatan Kasembon. Nanti kami akan melaksanakan penyekatan di wilayah perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Kediri yaitu Pos Kandangan.

“Dalam pelaksanaan nanti juga dibantu dengan dari TNI dan beberapa usur pembantu lainnya dalam pengaman Pos Pam. Dalam Pembuatan Pos Ini adalah petunjuk langsung dari Bapak Kapolda Jatim dalam pembuatan Pos tersebut,” ujarnya.

“Nantinya ada Pos Pam Wisata yang ada di Pujon Kidul sehingga nanti di Mohon dr bantuan juga dari Bapak Ndan Dim bantuan Personil TNI nya untuk pam. Dalam pelaksanaan Ops Ketupat ini PPKM mikro juga masih melaksanakan penegakan dalam bentuk pemantauan kepada masyarakat yang baru pulang dr Luar Negri dan Luar Wilayah Kabupaten Malang,” terangnya.

“Nanti dalam pelaksanaannya Babin dan Babinsa tidak melaksanakan pengaman di Pos namun kita optimalkan di masing masing Desa untuk pemantauan warganya,” imbuhnya.

Bupati Malang Drs. H. Sanusi, M.M. menyampaikan, terimakasih kepada semua pihak sudah hadir dalam pelaksanaan Rakor dalam Rangka Penyekatan larangan mudik idhul Fitri yang sudah diputuskan Oleh Pemerintah Pusat dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Dalam pengamanan ini adalah tanggung jawab bersama sehingga nanti dimohon kepada Camat untuk menggerakan kepala Desa Dalam pengamanan kegiatan ini. Banyak sekali dampaknya dari Covid-19 ini anggaran Kabupaten Malang dipotong sebesar 40% sehingga menjadi banyak sekali masyarakat yang komplain terkait infra struktur yang rusak,” kata Sanusi.

Lanjut Bupati, sesuai pakar covid dalam penularan melalui Mulut, Hidung dan Mata selanjutnya masuk ke Paru paru dan menginfeksi. Tidak ada yang kebal karena Covid-19 ini maka banyak sekali kita disini yang sudah terkena Covid 19.

“Saya harapkan kedepan kita laksanakan kegiatan tersebut secara bersama-sama karena kebersamaan yang dapat mencegah penyebaran Covid-19,” harapnya.

“Pesan saya, jaga kondisi kesehatan, jaga keluarga, laksanakan pelaksanaan Protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Pewarta : Conk Arif
Editor : Zen
Publish : Adi.S

REKOMENDASI UNTUK ANDA