oleh

Lemparan Bola Tenis Berisi “Shabu”, Ancam Tiga WPB Lapas Banyuwangi Bakal Lama di Bui

Last updated : Rabu, 05 Mei 2021, 13:17 WIB

BANYUWANGI, Bratapos.com- Tim Intelegen Satopspatnal berhasil gagalkan aksi penyelundupan barang haram, yaitu narkotika jenis Shabu Shabu dengan cara melempar ke tembok areal kamar hunian G.10 pekarangan Lapas Banyuwangi, pada Minggu 25 April 2021 sekitar pukul 15.00 Wib, di areal Lapas Banyuwangi, Jawa timur.

“Pengungkapan berawal dari informasi jika akan ada penyelundupan narkotika melalui lemparan dari luar tembok menggunakan bola tenis,”Ujar Wahyu Indarto kepada Tim Bratapos.com, Senin, (26 April 2021).

Dalam pengungkapan berhasil
diamankan barang bukti kristal bening yang diduga sabu sabu sebanyak 20 paket plastik klip kecil serta pemilik barang WBP an. Ahmad Jumanto, warga Kecamatan Muncar, atas kasus narkotika hukuman 4 tahun penjara.

Kronologi pengungkapan tersebut yaitu
pada tanggal 24 April 2021 WBP Krisna Giri Purnama, teman sekamar Ahmad Jumanto menghubungi mantan WBP Lapas Banyuwangi Moh Nurhalim warga Bangorejo melalui via Handphone milik Ahmad Jumanto, dengan maksud WPB Krisna meminta tolong masyarakat luar an. Muh Nurhalim, mengantarkan paket sabu yang dibeli oleh Ahmad Jumanto dari Budi warga Bondowoso. Barang tersebut dilakukan transaksi dengan cara dilakukan peranjauan di Kedungrejo Kecamatan Muncar sekita pukul: 20.00 WIB.

Pada tanggal 25 April 2021 pukul 00.00 WIB, WBP Krisna menghubungi Moh Nurhalim via Hp milik Ahmad Jumanto untuk mengantarkan barang tersebut ke Lapas.

Pada pukul 02.00 WIB Moh Nurhalim melakukan pelemparan bola tenis berisikan Narkotika jenis sabu melalui tembok luar Lapas Banyuwangi sebelah selatan.

Pada pukul: 06.00 Wib, WBP Budi Hariono beralamatkan Muncar mencari bola tenis tersebut ditemukan disaluran air depan kamar hunian G.11, kemudian WBP Budi menyerahkan ke WBP Ahmad Jumanto.

Sekitar pukul: 11.23 Wib, Kasi Admin Kamtib Ahmad Solihin, dapatkan informasi dari dalam bahwa dini hari ada barang di lempar ke dalam blok hunian. Kemudian ia berinisiatif mengecek Cctv di Lapas dan benar diketemukan WBP Budi Hariono mengambil bola tenis di saluran air depan kamar G 11.

Selanjutnya Ahmad Solihin berkoordinasi dengan Ka.KPLP untuk aksi pemeriksaan terhadap WBP Budi Hariono. Pada pukul 15.00 WIB Kasi Admin Kamtib dan staf KPLP Hadi Waluyo, memeriksa WBP Budi Hariono, saat periksa Budi mengaku jika bola tenis pesanan WBP Ahmad Jumanto, dan bola tenis langsung diberikan kepada WBP Ahmad Jumanto setelah diambil dari saluran air.

Kasi Admin Kamtib memberikan petunjuk kepada staf KPLP Hadi Waluyo melakukan penggeledahan di kamar G.10, dari aksinya di dapatkan HP Nokia dan barang diduga jenis sabu sebanyak 20 paket yang di sembunyikan di celana milik WBP Ahmad Jumanto. Selanjutnya Kasi Admin Kamtib melaporkan hal tersebut kepada Kalapas ;

Kasi Admin Kamtib melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap WBP Ahmad Jumanto, WBP Krisna Giri Purnama dan WBP Budi Hariono, kemudian ketiganya diamankan di sel C Lapas Banyuwangi. Setelah pemeriksaan pihak lapas berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Banyuwangi guna dilakukan proses lebih lanjut.

Sebagai wujud dari keseriusan Negara untuk menangani permasalahan Narkotika yang semakin merebak khususnya di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Sampai ke pelosok Negeri, Maka aturan UU No.7 tahun 1997 diperbaharui dengan dibuat dan disahkannya UU No.35 tahun 2009
tentang Narkotika.

Dengan kejadian ini diharapkan semua petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi lebih memperketat pengawasan seluruh area tembok pembatas Lapas guna menghindari penyelundupan barang-barang terlarang dari luar,”Pungkasnya.

Reporter: Waluyo (tim)

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA