oleh

Ketua LP-KPK Mengecam Keras Aksi Intimidasi Terhadap Jurnalis Metro TV

BANDAR LAMPUNG, Bratapos.com. ~Ketua LP-KPK Mengecam keras terkait aksi intimidasi terhadap Jurnalis Metro Tv Lampung yang mengalami kekerasan dan di ancam saat melakukan Liputan.

“Kami dari Lembaga LP-KPK Mendukung korban Korban yang telah melaporkan kasus ini ke Polres Lampung Barat dan Kami dari Lembaga LP-KPK mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sampai tuntas,” kata Ketua LP-KPK Yopi Zulkarnain. Rabu, 5/5/2021.

Ketua LP-KPK Yopi Zulkarnain mengatakan, “Menurut kabar yang tersebar di beberapa media onlina, peristiwa itu bermula ketika Yehezkiel menyaksikan kericuhan di depan Kantor Bagian Unit Layanan Pengadaan di kompleks Pemkab Lampung Barat, Selasa siang, 4/5/2021. Jadi Insting sebagai jurnalis pun bekerja. Sambil mengatur jarak aman, Yehezkiel mendokumentasikan keributan tersebut.”

Saat Menyadari kalau direkam, beberapa orang yang diduga oknum preman menghampiri Yehezkiel. Mereka melarang Yehezkiel mengambil gambar, bahkan berusaha merebut kamera sang jurnalis. Dalam situasi tersebut, korban mendengar perkataan bernada ancaman,
“Jangan macam-macam. Saya pecahkan kepala kamu!”

“Keterangan korban, ada seseorang yang terus mengejarnya. Saat itu, korban melihat orang yang mengejarnya menyimpan pisau yang diselipkan di bagian pinggang,” ujar Yopi

Ketua LP-KPK meminta semua pihak menghormati aktivitas jurnalistik. Sebab, keberadaan jurnalis untuk menjaga dan memastikan hak-hak publik terpenuhi, di antaranya hak atas informasi. Selain itu, kerja-kerja jurnalisme dilindungi UU 40/1999 tentang Pers.

“Pasal 18 UU Pers mengatur bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi aktivitas jurnalistik dipidana penjara dua tahun atau denda Rp500 juta,” kata dia.

Ketua LP-KPK menghimbau komunitas pers, termasuk perusahaan media, berkomitmen terhadap keselamatan jurnalis. Perlu upaya bersama-sama untuk memutus rantai kekerasan terhadap jurnalis. Bila tidak, maka kekerasan yang menimpa wartawan akan terus terulang.

“Kekerasan demi kekerasan terhadap jurnalis membuktikan bahwa kebebasan pers itu mesti diperjuangkan. Jika memang serius dan peduli akan kebebasan pers, mari mengawal kasus kekerasan terhadap jurnalis agar diusut tuntas. Jangan menoleransi upaya-upaya yang mengarah pada perdamaian,” Pungkasnya. (TIM)

Editor Publisher ; Yopi Z

REKOMENDASI UNTUK ANDA