oleh

Gagal Kirim BBL ke Vietnam, ‘FR’ & ‘RT’ Lebaran di Polresta Banyuwangi

Last updated : Rabu, 05 Mei 2021, 17:26 WIB

BANYUWANGI, Bratapos.com- Kembali Polresta Banyuwangi meraih Prestasi luar biasa, pasalnya Polresta Banyuwangi telah berhasil menggagalkan begitu banyaknya pelanggaran pelanggaran yang dianggap sudah banyak merugikan Negara. Seperti halnya Jum’at 30 April 2021 beberapa hari yang lalu, Polresta Banyuwangi kembali menggagalkan pengiriman 21 Ribu Benih Beby Lobster (BBL) yang akan di kirim ke Negara Vietnam.

Beredarnya BBL ilegal tersebut terbongkar karena adanya informasi dari Masyarakat, hal tersebut sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin, melalui Kasat Reskrim AKP Mustijad saat Pers Rilis di Mapolresta Banyuwangi.

“Informasi itu datangnya dari masyarakat, kemudian kami langsung investigasi dan kami berhasil mengamankan Satu Unit Kendaraan Pick Up sebagai kendaraan transportasi yang di pergunakan di wilayah kalibaru, “Jelas Mustijat dengan jelas.

Dalam kasus tersebut Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan dua tersangka berinisial “FR” dan “RT” beserta barang buktinya. Kedua tersangka warga Kecamatan Giri Banyiwangi, saat diinterogasi petugas dua tersangka kurir BBL tersebut mengaku mendapatkan BBL dari wilayah selatan, wilayah pesanggaran. dan pengiriman ilegal ini sudah di lakukan ke 4 kalinya.

“Kami berhasil mengamankan 21 Ribu benih lobster di dalam 11 box besar yang sudah di pak dengan rapi, 21 Ribu benih lobster itu Negara bisa dirugikan hingga Rp 1.5 Miliar,”tambahnya.

Budhi Prihantha sebagai Penanggung jawab Wilker Balai Karantina Ikan juga mengiyakan atas terbongkarnya kasus pengiriman BBL tersebut.

“Polresta Banyuwangi berhasil menggagalkan pengiriman BBL yang masih segar dan masih hidup, tapi kemungkinan hidupnya BBL ini hanya bertahan sampai besuk,”terang Budi.

Dengan adanya giat yang sangat merugikan Negara hingga Rp 1,5 Miliar tersebut, ke 2 kurir itu di kenakan Pasal 86 ayat (1) Jo Pasal 12 ayat (1) dan atau Pasal 92 Jo Pasak 26 ayat (1) UU No 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, atau ancaman hukuman lima tahun penjara. Karena pengambilan bibit lobster bebas oleh nelayan dapat merusak ekosistem lingkungan

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan ( Permen KP) no 56/ Permen – KP /2016 tentang Larangan penangkapan dan pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Indonesia.

Reporter: Waluyo (tim).

Editor/Publisher: Shelor

REKOMENDASI UNTUK ANDA